13.11 Disinfektan dan Antiseptik

13.11.1 Alkohol dan Larutan Garam Faal
13.11.2 Garam Klorheksidin
13.11.3 Surfaktan Kationik
13.11.4 Iodin
13.11.5 Fenolik
13.11.6 Astringen, Pengoksidasi dan Zat Warna
13.11.7 Pemacu Penyembuhan Luka

Sabun atau detergen (bahan pembersih) digunakan dengan air untuk membersihkan kulit; sediaan emolien seperti krim atau salep (lihat 13.2.1) yang tidak mengiritasi kulit, baik digunakan untuk membersihkan kulit kering.

Antiseptik digunakan pada kulit yang terinfeksi atau yang rentan terhadap munculnya kembali infeksi. Sediaan bahan pembersih yang mengandung klorheksidin, triklosan atau povidon iodin sebaiknya dibilas sampai bersih. Emolien juga dapat mengandung antiseptik. Antiseptik seperti klorheksidin atau povidon iodin digunakan pada kulit sebelum prosedur pembedahan; efek antiseptiknya meningkat oleh pelarut alkohol. Larutan setrimid dapat digunakan bila efek detergen (bahan pembersih) juga dibutuhkan.

Larutan natrium klorida 0,9% steril hangat digunakan untuk irigasi (membasahi) ulkus atau luka, tetapi air bersih kadang sudah cukup. Larutan kalium permanganat 1 dalam 10000, merupakan antiseptik lemah dengan efek astringen, dapat digunakan untuk daerah eksim eksudatif; penggunaannya dihentikan bila kulit menjadi kering. Penggunaan kalium permanganat dalam jangka waktu lama dapat mewarnai kulit dan kuku.