13.10.4 Sediaan Parasitidal

Jumlah sediaan antiparasit yang memadai untuk dipakai di bagian tubuh tertentu pada orang dewasa ialah:

 

Krim kulit

Losion

Krim pembilas

Kulit kepala (headlice)

-

50 mL–100 mL

50-100 mL

Tubuh (scabies)

30 - 60 g

100 mL

-

Tubuh (kutu pubis)

30 - 60 g

100 mL

-

Jumlah volume ini biasanya sesuai untuk orang dewasa untuk sekali pakai

SKABIES
Permetrin
efektif untuk pengobatan scabies (Sarcoptes scabiei); malation dapat digunakan bila permetrin tidak cocok. Sediaan yang mengandung air lebih disukai daripada losion yang mengandung alkohol. Losion yang mengandung alkohol ini tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit yang terbuka dan pada alat kelamin. Sediaan yang sudah sejak lama ada seperti benzil benzoat, bersifat iritan dan sebaiknya dihindari pada anak-anak. Benzil benzoat juga kurang efektif dibandingkan malation dan permetrin. Ivermektin dalam dosis tunggal 200 mcg/kg, oral juga digunakan, dalam kombinasi dengan obat topikal untuk pengobatan skabies hiperkeratotik yang tidak memberikan respon pada pengobatan topikal tunggal.

PENGGUNAAN. Walau penggunaan akarisida setelah mandi air panas sudah dilakukan sejak dulu, sebetulnya hal ini tidak perlu dan bahkan ada bukti bahwa mandi air panas meningkatkan absorpsi ke dalam aliran darah, sehingga mengurangi kadar efektif di kulit.

Semua anggota rumah tangga yang terkena sebaiknya diobati. Obat sebaiknya dioleskan ke seluruh tubuh dengan perhatian khusus pada sela jari tangan dan meyikat bagian bawah kuku dengan lotion. Pada bayi dan anak (hingga usia 2 tahun) pemakaian harus diperluas sampai ke kulit kepala, leher, wajah, dan telinga. Dengan penggunaan yang tepat malation dan permetrin hanya perlu diberikan sekali, dengan benzil benzoat mungkin diperlukan hingga tiga hari berturut-turut. Penting untuk memperingatkan pemakai untuk tidak mencuci tangan karena ini membutuhkan reaplikasi. Pasien dengan skabies hiperkeratotik crusted atau Norwegian mungkin memerlukan aplikasi akarisida dua atau tiga hari berturut-turut untuk memastikan bahwa obat telah menembus krusta kulit dan membasmi semua kuman.

GATAL. Gatal dan eksim dari scabies berlanjut sampai beberapa minggu setelah penyebabnya dihilangkan sehingga mungkin diperlukan pengobatan terhadap pruritus dan eksim. Penggunaan krotamitan digunakan untuk mengendalikan gatal setelah pengobatan dengan akarisida yang lebih kuat. Kortikosteroid topikal dapat membantu mengurangi gatal dan peradangan setelah skabies berhasil diobati; bagaimanapun gejala yang masih ada menunjukkan bahwa eradikasi skabies tidak berhasil. Pemberian antihistamin oral yang sedatif dapat membantu bila diberikan pada malam hari.

KUTU KEPALA (HEAD LICE)
Karbaril, malation dan piretiroid (permetrin dan fenotrin) efektif untuk kutu kepala (Pediculus humanus capitis). Benzil benzoat untuk pengobatan kutu kepala kurang efektif dibandingkan dengan obat lainnya. Infestasi kutu kepala (pediculosis) sebaiknya diobati menggunakan formulasi cair atau losion bukan dalam bentuk sampo, yang tidak kontak dengan rambut cukup lama dan kadang terlalu diencerkan sehingga tidak efektif. Formula yang mengandung alkohol efektif, tetapi formula yang mengandung air lebih dipilih pada eksim yang parah, untuk pasien asma dan anak-anak. Pemaparan 12 jam atau sepanjang malam dianjurkan untuk losion dan cairan, pemaparan selama 2 jam tidak mencukupi untuk membasmi telur. Pada umumnya, pengobatan kutu kepala dilakukan sebanyak 2 kali dengan jarak 7 hari untuk mencegah kutu timbul lagi dari telur yang bertahan hidup setelah pengobatan pertama.

KUTU PUBIS (CRAB LICE)
Karbaril, permetrin, fenotrin dan malation
efektif untuk kutu pubis (Pthirus pubis). Sediaan yang mengandung air dipakai, biarkan sampai mengering secara alami dan dicuci setelah 12 jam; pengobatan kedua dibutuhkan setelah 7 hari untuk membasmi kutu yang muncul dari telur yang masih bertahan hidup setelah pengobatan pertama. Obat sebaiknya diaplikasikan pada seluruh permukaan tubuh termasuk kulit kepala, leher, telinga dan wajah. Insektisida yang berbeda sebaiknya digunakan bila pengobatan gagal. Losion yang mengandung alkohol tidak dianjurkan (menyebabkan iritasi pada kulit yang terbuka dan alat kelamin).

BENZIL BENZOAT
Benzil benzoat
efektif untuk skabies tetapi bukan pilihan pertama untuk skabies (lihat catatan di atas).

PERMETRIN
Permetrin efektif untuk skabies dan kutu kepala. Permetrin juga efektif mengatasi crab lice namun tidak diindikasikan penggunaannya pada anak dibawah 18 tahun.

Monografi: 

PERMETRIN

Indikasi: 

skabies.

Peringatan: 

hindarkan kontak dengan mata; jangan gunakan pada kulit terbuka atau infeksi kulit sekunder; kehamilan dan menyusui; anak di bawah 6 bulan, diperlukan pengawasan medis untuk pembilasan krim (kutu kepala); anak usia 2 bulan-2 tahun, diperlukan pengawasan medis untuk krim dermal (skabies).

Efek Samping: 

pruritus, eritema, dan rasa terbakar; kadang-kadang ruam dan udem.

Penggunaan: 

skabies, ulaskan pada seluruh tubuh dan bersihkan setelah 8-24 jam; ANAK: ulaskan pada tubuh termasuk wajah, leher, kulit kepala, dan telinga. Bila tangan dicuci dengan sabun dan air dalam 8 jam setelah aplikasi, krim harus diulaskan ulang.

Keterangan: 

Produsen menganjurkan aplikasi pada tubuh tetapi mengecualikan kepala dan leher. Pada kasus anak yang masih muda, aplikasi mungkin perlu diperluas hingga kulit kepala, leher, wajah, dan telinga. Aplikasi yang diperluas ini mungkin juga perlu untuk pasien lanjut usia, untuk immunocompromised dan untuk mereka yang mengalami kegagalan pengobatan.
Pasien yang bobot badannya lebih berat mungkin memerlukan lebih dari kemasan 30g untuk pengobatan yang cukup.