13.10.1.1 Antibakteri Yang Hanya Digunakan Topikal

Monografi: 

FRAMISETIN SULFAT

Indikasi: 

infeksi kulit bakteria.

Efek Samping: 

sensitisasi; daerah yang luas, lihat di bawah.
DAERAH YANG LUAS. Bila daerah yang diobati luas, ototoksisitas mungkin merupakan suatu bahaya, khususnya pada anak, pada pasien lansia, dan pada pasien dengan kerusakan ginjal.

MUPIROSIN

Indikasi: 

infeksi bakteri pada kulit (lihat juga keterangan di atas).

Efek Samping: 

reaksi lokal seperti urtikaria, pruritus, rasa terbakar, kemerahan.

Dosis: 

oleskan sampai 3 kali sehari selama 10 hari; tidak direkomendasikan untuk bayi di bawah satu tahun.

NEOMISIN SULFAT

Indikasi: 

infeksi kulit bakteria.

Peringatan: 

daerah yang luas, lihat di bawah.
DAERAH YANG LUAS. Bila daerah kulit yang akan diobati luas, ototoksisitas dapat merupakan suatu bahaya, khususnya pada anak, pada pasien lanjut usia, dan pada pasien dengan kerusakan ginjal.

Kontraindikasi: 

neonatus

Efek Samping: 

sensitisasi (lihat juga keterangan di atas).

PERAK SULFADIAZIN (SILVER SULPHADIAZINE)

Indikasi: 

profilaksis dan pengobatan infeksi pada luka bakar; sebagai pengobatan tambahan jangka pendek infeksi pada leg ulcer dan pressure sores; sebagai pengobatan tambahan pada profilaksis karena infeksi di tempat skin graft donor dan abrasi ekstensif; untuk perawatan konservatif luka ujung jari.

Peringatan: 

kerusakan hati dan ginjal; defisiensi G6PD; kehamilan dan menyusui (hindarkan pada kehamilan lambat dan neonatal- lihat juga Lampiran 4) dapat menginaktivasi enzymatic debriding agents karenanya penggunaan bersamaan mungkin tidak tepat; untuk jumlah besar lihat juga interaksi DAERAH YANG LUAS. Kadar plasma sulfadiazin dapat mendekati level terapeutik dengan efek samping dan interaksi seperti pada sulfonamida (lihat 5.1.8) bila daerah yang akan diobati luas. Berhubung dengan dihubungkannya sulfonamida dengan kelainan darah dan kulit yang hebat pengobatan harus segera dihentikan bila kelainan darah atau gatal-gatal timbul-tetapi leukopenia yang timbul 2-3 hari setelah pengobatan luka bakar dikatakan sebagai self-limiting dan perak sulfadiazin tidak perlu dihentikan bila hitung jenis darah dimonitor secara hati-hati untuk memastikan kembali ke normal dalam beberapa hari. Argyria dapat pula timbul bila daerah kulit yang akan diobati luas (atau bila aplikasi diperpanjang).

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (Sulfonamid).

Kontraindikasi: 

kehamilan dan menyusui, sensitivitas terhadap sulfonamida; tidak direkomendasi untuk neonatus.

Efek Samping: 

reaksi alergi termasuk rasa terbakar, gatal dan ruam; argyria dilaporkan menyusul penggunaan yang lama; leukopenia dilaporkan (awasi kadar darah).

Penggunaan: 

Pada luka bakar oleskan tiap hari dengan aplikator steril atau oleskan lebih sering bila luka luas dan ada eksudasi; pada ulkus tungkai tiap hari (atau tiap 48 jam - tidak dianjurkan untuk leg ulcer atau pressure ulcers yang sangat eksudatif); pada luka ujung jari oleskan tiap 2 - 3 hari - untuk penjelasan lihat keterangan pada produk.

POLIMIKSIN

Indikasi: 

infeksi kulit bakterial.

Peringatan: 

DAERAH YANG LUAS. Bila daerah kulit yang akan diobati luas, ototoksisitas mungkin berbahaya, khususnya pada anak, pasien lanjut usia, pasien dengan kerusakan ginjal.

Efek Samping: 

sensitisasi, (lihat juga keterangan di atas).

Keterangan: 

(Termasuk Kolistin Sulfat Dan Polimiksin B Sulfat).

RETAPAMULIN

Indikasi: 

pengobatan jangka pendek infeksi kulit superficial impetigo dan infeksi sekunder (luka, lecet dan luka jahitan).

Peringatan: 

hanya untuk pemakaian luar, hindari kontak dengan mata, mulut, dan membran mukosa, tidak untuk pengobatan abses,  jika terjadi iritasi dan bertambah parah hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter, penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kepekaan terhadap mikroorganisme termasuk jamur.

Interaksi: 

penggunaan bersama obat topikal lainnya, penggunaan ketokonazol oral dan anak usia 9 bulan – 2 tahun yang menggunakan penghambat CYP3A4 dapat meningkatkan konsentrasi plasma retapamulin.

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas, kontak dengan mata dan membran mukosa.

Efek Samping: 

iritasi.

Penggunaan: 

dioleskan tipis dan merata pada kulit yang diobati dua kali sehari selama lima hari. Jika  tidak terlihat respon klinis dalam waktu 3-4 hari harus dievaluasi ulang.