12.3.5 Pengobatan Mulut Kering

Mulut kering (xerostomia) dapat disebabkan efek samping antimuskarinik (misalnya anti spasmodik, antidepresan trisiklik, dan beberapa antipsikotik), iradiasi pada daerah kepala dan leher, kerusakan atau penyakit pada kelenjar air liur. Pasien dengan mulut kering yang menetap dapat berkembang menjadi rasa terbakar dan kondisi kesehatan mulut yang rendah; hal ini dapat meningkatkan terjadinya karies gigi, penyakit periodontal, tidak dapat bertoleransi terhadap gigi palsu dan infeksi pada mulut (terutama kandidiasis). Mulut kering dapat dikurangi pada banyak pasien dengan cara sederhana: sering minum (porsi kecil) minuman dingin atau melumat es batu atau pastiles buah tanpa gula (sugar-free).

Air liur buatan dapat mengatasi mulut kering. pH netral dari air liur buatan netral dan mengandung elektrolit (termasuk fluorida) yang sesuai dengan komposisi air liur.

Tablet pilokarpin disarankan untuk pengobatan xerostomia (mulut kering) dan untuk mulut kering dan mata kering (xeropthalmia) pada sindrom Sjogren atau sesudah iridiasi pada kanker di leher dan kepala. Pemberian obat ini hanya efektif pada pasien yang kelenjar salivanya masih berfungsi dan sebaiknya dihentikan jika tidak ada respon.