12.3.4 Cairan Kumur

Infeksi bagian luar mulut dapat diatasi dengan cairan kumur hangat yang memiliki efek pembersih secara mekanik dan menyebabkan beberapa hiperaemia lokal. Namun agar efektif harus dilakukan dengan benar dan sering. Cairan kumur berupa larutan normal salin hangat cukup memadai dan dapat dibuat dengan melarutkan setengah sendok teh garam dalam satu gelas air hangat atau dengan melarutkan cairan kumur natrium klorida dengan air hangat dalam volume yang setara. Tablet-larut cairan kumur digunakan untuk menghilangkan rasa tidak enak.

Cairan kumur yang mengandung zat pengoksidasi (oxydizing agent) seperti hidrogen peroksida, berguna dalam pengobatan gingivitis ulseratif akut (infeksi Vincent) karena organisme yang terlibat bersifat anaerobik. Zat ini juga bekerja membersihkan karena terjadi busa ketika bersentuhan dengan sisa makanan dalam mulut. Natrium perborat serupa efeknya dengan hidrogen peroksida.

Klorheksidin efektif sebagai antiseptik yang memberikan manfaat dapat menghambat pembentukan plak gigi. Namun klorheksidin tidak sepenuhnya mencegah pembentukan plak dan tidak efektif sebagai pengganti sikat gigi. Selain itu, sediaan cairan kumur klorheksidin tidak dapat berpenetrasi secara signifikan pada area ”stagnation” dan karena itu tidak terlalu berperan dalam mengatasi karies gigi dari penyakit periodontal jika telah terjadi ”pocketing”. Cairan kumur klorheksidin berguna untuk pengobatan denture stomatitis, juga sebagai pencegahan pada kandidiasis oral pada pasien immunocompromised. Klorheksidin digunakan untuk mencegah bakteremia pada pasien yang sedang dalam menjalani dental procedure dan membutuhkan profilaksis anti bakteri. Cairan kumur klorheksidin dapat mengurangi terjadinya alveolar osteitis pasca pencabutan gigi. Klorheksidin sebagai cairan kumur dapat digunakan dalam bentuk spray atau gel untuk infeksi sekunder pada ulser mukosa dan untuk mencegah gingivitis, sebagai tambahan untuk pemeliharaan kesehatan mulut lainnya. Sediaan ini juga berguna sebagai pengganti sikat gigi pada keadaan periodontal yang sakit (mis: terutama stomatitis herpes) atau jika pasien mempunyai gangguan pendarahan, atau tidak mampu melakukan sikat gigi. Sediaan klorheksidin sedikit berguna untuk keadaan gingivitis ulcer necrotising akut. Cairan kumur povidon iodin disarankan untuk infeksi mukosa tetapi tidak dapat menghambat akumulasi plak. Povidon iodin tidak dapat digunakan untuk lebih dari 14 hari sebab iodin akan diabsorbsi dalam jumlah yang signifikan. Seperti klorheksidin, povidon iodin cairan kumur kegunaannya sedikit untuk mengatasi gingivitis ulcer necrotising akut.

Tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa obat kumur efektif.

Monografi: 

HEKSETIDIN

Indikasi: 

kebersihan mulut.

Efek Samping: 

iritasi lokal.

Penggunaan: 

gunakan 15 mL tanpa diencerkan 2-3 kali sehari.

KLORHEKSIDIN GLUKONAT

Indikasi: 

kebersihan mulut; mencegah timbulnya plak.

Efek Samping: 

iritasi mukosa; gangguan indra pengecap; noda coklat pada gigi yang bersifat sementara; perubahan warna lidah; dilaporkan juga adanya pembengkakan kelenjar parotid.

Penggunaan: 

kumur mulut dengan 10 mL untuk sekitar 1 menit 2 kali sehari.

Catatan: 

Klorheksidin glukonat kemungkinan dapat berinteraksi dengan salah satu bahan penyusun pasta gigi; penggunaan cairan kumur dan pasta gigi memerlukan interval waktu minimal 30 menit.

POVIDONE IODINE

Indikasi: 

untuk kebersihan mulut.

Peringatan: 

kehamilan (lihat Lampiran 4); masa menyusui (lihat Lampiran 5); lihat juga keterangan di atas.

Kontraindikasi: 

jangan sering digunakan pada pasien dengan kelainan tiroid atau mereka yang menerima terapi litium.

Efek Samping: 

iritasi mukosa dan reaksi hipersensitivitas; dapat mengganggu tes fungsi tiroid dan tes untuk occult blood.

Penggunaan: 

pencuci mulut atau obat kumur povidon iodine 1%:
DEWASA dan ANAK di atas usia 6 tahun, hingga 10 mL tanpa diencerkan atau diencerkan dengan air hangat jumlah yang sama selama 30 detik 4 kali sehari untuk 14 hari.

TIMOL

Indikasi: 

kebersihan mulut, lihat keterangan di atas.