12.2.2 Dekongestan Nasal Topikal

Mukosa nasal peka terhadap perubahan suhu dan kelembaban atmosfer dan kedua faktor ini sudah dapat mengakibatkan hidung tersumbat ringan. Hidung dan sinus nasal menghasilkan 1 liter mukus dalam 24 jam dan kebanyakan dari jumlah ini masuk ke lambung melalui nasofaring. Hanya karena perubahan kecil pada jalan udara nasal, serta mengalirnya mukus melalui nasofaring, mengakibatkan beberapa penderita didiagnosa secara tidak tepat sebagai sinusitis kronis. Gejala ini dapat diamati pada influenza tahap lanjut. Natrium klorida 0,9% diberikan sebagai tetes hidung mungkin dapat mengurangi hidung tersumbat dengan cara membantu mencairkan sekresi mukosa.

Pertolongan simtomatik untuk hidung tersumbat yang berhubungan dengan rinitis vasomotor, polip hidung, dan flu biasanya dapat diperoleh dengan pemakaian obat tetes dekongestan nasaldan obat semprot jangka pendek (biasanya tidak lebih dari 7 hari). Sediaan ini mengandung simpatomimetik yang bekerja dengan cara vasokonstriksi pembuluh darah mukosa yang kemudian mengurangi pembengkakan mukosa nasal. Manfaat obat-obat ini kecil, karena dapat menyebabkan fenomena rebound ketika efeknya habis, karena vasodilatasi sekunder yang diikuti kongesti nasal temporer. Hal ini mendorong penggunaan dekongestan lebih lanjut sehingga terjadi vicious circle yang memburuk. Tetes hidung efedrin adalah sediaan simpatomimetik yang paling aman dan dapat mengatasi gejala untuk beberapa jam. Simpatomimetik yang lebih kuat seperti oksimetazolin, fenilefrin, dan xilometazolin cenderung menyebabkan efek rebound. Semua sediaan ini dapat mengakibatkan krisis hipertensi bila digunakan bersama inhibitor monoaminoksidase, seperti moklobemid. Rinorea berair non-alergi sering menunjukkan respons yang baik terhadap pengobatan dengan ipratropium bromida. Menghirup uap hangat berguna dalam pengobatan simtomatik infeksi akut, dan pemakaian kombinasi zat yang mudah menguap seperti mentol dan eukaliptus dapat membantu penggunaannya (lihat 3.8).

Inhalasi uap air hangat juga berguna dalam terapi mengatasi gejala kongesti nasal pada bayi dan anak-anak, tetapi penggunaan air mendidih untuk inhalasi uap berbahaya bagi anak sehingga tidak dianjurkan digunakan. Dekongestan nasal sistemik lihat 3.10.

SINUSITIS DAN RASA SAKIT MULUT Pengaruh sinusitis pada maxilary antrum dapat menyebabkan rasa sakit pada rahang atas. Hal ini terkait dengan adanya penghalang terbukanya celah antara nasal dan sinus caviti. Inhalasi uap hangat mungkin dapat membantu meringankan gejala hidung tersumbat atau dengan tetes hidung efedrin (lihat keterangan di atas). Untuk terapi antibakteri pada sinusitis, lihat Tabel 5.1, bagian 5.1.