12.2.1 Obat untuk Alergi Nasal

Kasus ringan dapat diatasi dengan antihistamin oral atau kortikosteroid nasal topikal; sedangkan penggunaan dekongestan nasal sistemik diragukan manfaatnya (lihat 3.4.1 dan 3.10). Pemberian dekongestan nasal topikal jangka pendek dapat digunakan untuk mengurangi kongesti dan dibolehkan menggunakan kortikosteroid nasal topikal tetes.

Pasien dengan gejala yang menetap dapat diatasi dengan sediaan topikal kortikosteroid atau kromoglikat; antihistamin topikal (azelastin) berguna untuk mengatasi gejala rinitis alergi. Pada kasus rinitis alergi musiman (seperti hay fever), pengobatan sebaiknya dimulai 2-3 minggu sebelum musim dimulai. Terapi yang terus menerus selama bertahun-tahun diperlukan pada kasus perennial rhinitis.

Pada rinitis alergi, sediaan topikal kortikosteroid dan kromoglikat memiliki peran yang sudah jelas. Walaupun kromoglikat kurang efektif dibandingkan dengan kortikosteroid topikal, namun kromoglikat sering menjadi pilihan pertama untuk anak. Antihistamin topikal kurang efektif dibandingkan kortikosteroid topikal, tetapi lebih efektif dibandingkan kromoglikat.

Kadang-kadang rinitis alergi disertai dengan vasomotor rinistis. Pada kondisi ini penambahan sediaan topikal ipratropium bromid (12.2.2) dapat mengurangi sekret hidung.

Penggunaan jangka pendek kortikosteroid sistemik dapat digunakan untuk mengatasi gejala yang berat. Anak-anak yang mengalami gejala rhinitis musiman yang mengganggu aktivitas dapat diterapi dengan kortikosteroid oral dalam jangka pendek. Obat ini dapat pula digunakan pada awal pengobatan dengan semprot kortikosteroid untuk mengurangi udem mukosa yang parah dan agar semprotan dapat menembus rongga hidung. KEHAMILAN pada wanita hamil yang tidak dapat mentoleransi gejala alergi rinitis, dapat dipertimbangkan pemberian beklometason atau sodium kromoglikat.

KORTIKOSTEROID
Sediaan nasal yang mengandung kortikosteroid (beklometason, betametason, budesonid, flunisolid, flutikason, mometason dan triamsinolon) mempunyai peranan penting dalam pencegahan dan pengobatan rinitis alergi (lihat keterangan di atas).

PERINGATAN
Pemberian sediaan kortikosteroid nasal sebaiknya dihindari pada infeksi nasal yang tidak tertangani dan juga sesudah operasi nasal (tunggu sampai sembuh); juga sebaiknya dihindarkan pada TB paru. Pasien yang sebelumnya memperoleh kortikosteroid sistemik dapat mengalami eksaserbasi gejala. Pemberian secara nasal dapat diikuti dengan absorpsi sistemik terutama jika diberikan dosis tinggi dan dalam jangka panjang. Risiko efek sistemik dari obat tetes hidung lebih besar dibanding obat semprot, karena cara penggunaan obat tetes yang salah. Direkomendasikan untuk memonitor tinggi badan anak-anak yang mendapat terapi kortikosteroid nasal dalam jangka panjang. Jika pertumbuhan terhambat, sebaiknya dikonsultasikan ke dokter spesialis anak.

EFEK SAMPING
Efek samping lokal meliputi kekeringan, iritasi pada hidung dan tenggorokan, epitaksis; ulserasi (jarang), perforasi nasal septal (biasanya setelah operasi nasal), peningkatan tekanan intra-okular atau glaukoma, juga terjadi (jarang), sakit kepala, gangguan penciuman dan rasa. Reaksi hipersensitivitas termasuk bronkospasme telah dilaporkan.

Monografi: 

AZELASTIN HIDROKLORIDA

Indikasi: 

rinitis alergi.

Efek Samping: 

iritasi mukosa nasal; gangguan indera pengecapan.

BEKLOMETASON DIPROPIONAT

Indikasi: 

profilaksis dan pengobatan rinitis alergi dan rinitis vasomotor.

Peringatan: 

infeksi nasal yang tidak ditangani, pemakaian yang berkepanjangan pada anak, pengobatan terdahulu dengan kortikosteroid per oral.

Efek Samping: 

bersin setelah penggunaan; kadang-kadang hidung kering, iritasi hidung dan tenggorokan, epistaksis, gangguan indera kecap; reaksi hipersensitivitas (termasuk bronkospasme), perforasi septum nasal dilaporkan.

Penggunaan: 

DEWASA dan ANAK di atas usia 6 tahun, beri 100 mcg (2 semprotan) ke dalam tiap lubang hidung dua kali sehari atau 50 mcg (1 semprotan) ke dalam tiap lubang hidung 3-4 kali sehari; total maksimum 400 mcg (8 semprotan) tiap hari.

BUDESONID

Indikasi: 

profilaksis dan pengobatan rhinitis alergi dan rinitis vasomotor; polip nasal.

Peringatan: 

lihat pada beklometason dipropionat; juga pasien dengan tuberkulosis paru-paru.

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (Kortikosteroid).

Efek Samping: 

lihat pada beklometason dipropionat.

Penggunaan: 

rinitis, DEWASA dan ANAK di atas usia 12 tahun, beri 200 mikro- gram (2 semprotan) ke dalam tiap lubang hidung 1 kali sehari di pagi hari atau 100mcg (1 semprotan) ke dalam lubang hidung 2 kali sehari; bila gejala dapat dikendalikan, kurangi hingga 100 mcg (1 semprotan) ke dalam lubang hidung 1 kali tiap hari.

Polip hidung, DEWASA dan ANAK di atas 12 tahun, 100 mcg (1 semprotan) ke dalam lubang hidung 2 kali sehari selama 3 bulan.

FLUNISOLID

Indikasi: 

profilaksis dan pengobatan rinitis alergi.

Peringatan: 

lihat pada beklometason dipropionat; catatan medis tuberkulosis paru-paru.

Efek Samping: 

lihat keterangan pada beklometason dipropionat.

Penggunaan: 

DEWASA, beri 50 mcg (2 semprotan) ke dalam lubang hidung 2 kali sehari, ditingkatkan bila perlu hingga maksimum 3 kali sehari kemudian kurangi untuk perawatan; ANAK di atas usia 5 tahun, mula-mula 25 mcg (1 semprotan) ke dalam lubang hidung sampai 3 kali sehari untuk pengobatan yang tidak lebih lama dari 4 minggu berturut-turut.

FLUTIKASON FUROAT

Indikasi: 

pengobatan gejala rinitis alergi.

Peringatan: 

Efek sistemik muncul pada penggunaan sediaan nasal dalam jangka panjang dan dosis tinggi; Pengobatan terdahulu/ bersamaan dengan kortikosteroid oral; pemakaian yang berkepanjangan pada anak; Flutikason furoat hanya digunakan pada wanita hamil jika manfaat bagi ibu melebihi risiko bagi janin; Keamanan penggunaan pada ibu menyusui dan anak usia dibawah 6 tahun, belum diketahui pasti; Sediaan nasal dan inhalasi kortikosteroid dapat menyebabkan glaukoma atau katarak. Hati-hati jika terjadi perubahan penglihatan, riwayat peningkatan tekanan intra okular, glaukoma, katarak.

Interaksi: 

Pemberian bersama dengan ritonavir tidak disarankan karena potensi risiko dan paparan sistemik yang meningkat terhadap flutikason furoat.

Kontraindikasi: 

hipersensitif terhadap semua bahan yang terkandung.

Efek Samping: 

sangat umum (>1/10): epitaksis; umum (>1/1000 dan <1/10): ulserasi hidung.

Dosis: 

untuk mendapatkan efek yang maksimal, pasien harus diinformasikan untuk menggunakan obat ini secara rutin sesuai jadwal. Mula kerja biasanya diperoleh pada 8 jam setelah penggunaan pertama, dan mungkin diperlukan waktu beberapa hari untuk memperoleh manfaat maksimal. Lama pengobatan harus dibatasi pada masa dimana terjadi pemaparan alergenik.
Dewasa/remaja (12 tahun dan lebih): dosis awal, dua semprotan (27,5 mikrogram per semprot) ke dalam masing-masing lubang hidung sekali sehari (total dosis per hari 110 mikrogram); dosis pemeliharaan satu semprotan ke dalam masing-masing lubang hidung sekali sehari (total dosis per hari 55 mikrogram). Dosis harus dititrasi hingga dosis terendah yang cukup memberi respon pemeliharaan.
Anak (6-11 tahun): dosis awal, satu semprotan (27,5 mikrogram per semprot) ke dalam masing-masing lubang hidung sekali sehari (total dosis per hari 55 mikrogram). Pasien yang tidak memberikan respon yang cukup terhadap dosis tersebut dapat diberikan dua semprot ke dalam masing-masing lubang hidung sekali sehari (total dosis per hari 110 mikrogram). Dosis pemeliharaan satu semprotan pada kedua lubang hidung sekali sehari (total dosis 55 mikrogram per hari).

FLUTIKASON PROPIONAT

Indikasi: 

profilaksis dan pengobatan rinitis alergik musiman, termasuk hay fever dan rinitis alergik tahunan, profilaksis dan terapi asma.

Peringatan: 

Anak, kehamilan, pengobatan terdahulu dengan kortikosteroid per oral, pemberian dengan ritonavir, infeksi lokal pada saluran napas, penghentian pengobatan sistemik dan mulai pengobatan intranasal, pemberian dosis besar dalam jangka panjang, pneumonia.

Interaksi: 

Ritonavir: penggunaan bersama flutikason intranasal harus dihindari karena menimbulkan efek sistemik kortikosteroid seperti sindroma Cushing dan menekan fungsi ginjal. Ketokonazol: meningkatkan paparan sistemik terhadap flutikason propionat.

Kontraindikasi: 

Hipersensitivitas.

Efek Samping: 

Sangat umum: epistaksis, kandidiasis mulut dan kerongkongan. Umum: sakit kepala, rasa tidak enak, bau tidak enak, hidung kering, iritasi hidung, tenggorokan kering, iritasi tenggorokan, pneumonia, suara serak, luka memar. Tidak umum: reaksi hipersensitif kutan. Sangat jarang: reaksi hipersensitivitas, reaksi anafilaksis, bronkospasme, ruam kulit, udem pada wajah atau lidah, glaukoma, peningkatan tekanan intraokular, katarak, perforasi dinding hidung, sesak napas, anafilaktik, sindroma Cushing, keterlambatan pertumbuhan, penurunan densitas mineral tulang, hiperglikemia, gelisah, gangguan tidur dan perubahan sikap termasuk hiperaktivitas dan iritabilitas.

Dosis: 

Rinitis alergik. Dewasa dan anak di atas 12 tahun, 100 mcg (2 semprotan) ke dalam tiap lubang hidung 1 kali sehari disarankan pagi hari, dapat ditingkatkan hingga 2 kali sehari, dosis maksimum per hari tidak lebih dari 200 mcg (4 semprotan) tiap lubang hidung. Anak 4-11 tahun, 50 mcg (1 semprotan) ke dalam tiap lubang hidung 1 kali sehari, dapat ditingkatkan 2 kali sehari, dosis maksimum per hari tidak lebih dari 2 semprotan tiap lubang hidung. Asma. Dewasa dan anak di atas 16 tahun, 100 – 1000 mcg 2 kali sehari, dosis awal asma ringan 100 – 250 mcg 2 kali sehari, asma sedang 250 – 500 mcg 2 kali sehari, asma berat 500 – 1000 mcg 2 kali sehari. Anak di atas 4 tahun, 50 – 100 mcg 2 kali sehari. Anak 1-4 tahun, 100 mcg 2 kali sehari.

Penggunaan: 

DEWASA dan ANAK di atas usia 12 tahun, beri 100 mcg (2 semprotan) ke dalam tiap lubang hidung 1 kali sehari, lebih disukai pada waktu pagi hari, ditingkatkan hingga 2 kali sehari bila perlu; total maksimum 8 semprotan tiap hari; ANAK 4-11 tahun, 50 mcg (1 semprotan) ke dalam tiap lubang hidung 1 kali sehari, ditingkatkan 2 kali sehari bila perlu; total maksimum tiap hari 4 semprotan.

NATRIUM KROMOGLIKAT

Indikasi: 

profilaksis rinitis alergi (lihat keterangan di atas).

Efek Samping: 

iritasi lokal; kadang-kadang bronkospasme sementara.

NEDOKROMIL NATRIUM

Indikasi: 

profilaksis dan pengobatan rinitis alergi musiman.

Efek Samping: 

sedikit iritasi nasal; gangguan pada indera kecap.