12.1.3 Pembersihan Serumen

Serumen adalah sekret tubuh normal yang memberikan lapisan pelindung pada kulit meatus dan hanya perlu diambil bila menyebabkan tuli atau mengganggu pandangan untuk melihat gendang telinga dengan jelas. Biasanya tindakan menyemprot sebaiknya dihindari pada pasien dengan riwayat otitis eksterna berulang, gendang telinga berlubang, atau riwayat operasi telinga. Menyemprotkan larutan pembersih pada lubang telinga pada anak juga sebaiknya dihindari pada anak yang mempunyai riwayat otitis eksterna kambuhan, riwayat gendang telinga berlubang, pernah mengalami operasi telinga sebelumnya atau ketulian unilateral. Seseorang dengan pendengaran hanya pada satu telinga tidak boleh disemprot pada telinga yang masih berfungsi karena risiko kerusakan sekecil apapun tidak dapat diterima dalam keadaan ini.

Serumen dapat dibersihkan dengan cara disemprot dengan air hangat. Bila perlu, serumen dapat dilembutkan dengan cara sederhana menggunakan tetes telinga minyak zaitun atau minyak kenari, tetes telinga natrium bikarbonat juga efektif tetapi dapat menyebabkan kekeringan saluran telinga. Jika serumen keras, obat tetes dapat digunakan 2 kali sehari beberapa hari sebelum dilakukan penyemprotan, atau jika serumen tidak keras, serumen dapat dilunakkan pada hari yang sama saat penyemprotan. Pasien sebaiknya terlentang dengan telinga yang sakit di posisi atas selama 5-10 menit setelah dimasukkan larutan tersebut ke dalam telinga. Beberapa obat jadi yang mengandung pelarut organik dapat menyebabkan iritasi pada kulit meatus, dan pada kebanyakan kasus, cara sederhana yang dianjurkan di atas sama efektifnya dan lebih sedikit menyebabkan iritasi. Natrium dokusat atau hidrogen peroksida–urea merupakan kandungan sediaan pelembut serumen.