12.1.1 Otitis Eksterna

Otitis eksterna adalah reaksi radang kulit meatus. Sebelum pengobatan dimulai, perlu untuk dipertimbangkan bahwa otitis media kronis bukan merupakan penyebabnya. Banyak kasus sembuh setelah liang telinga luar dibersihkan seksama dengan cara penyedotan, atau pembersihan kering. Masalah yang sering terjadi pada kasus yang resisten adalah sulitnya mengoleskan losion dan salep dengan baik pada kulit yang relatif sukar dijangkau. Cara yang paling efektif ialah memasukkan pita kain kasa yang dibasahi dengan tetes telinga kortikosteroid atau dengan astringen seperti larutan aluminium asetat. Bila hal ini tidak praktis, telinga sebaiknya dibersihkan dengan hati-hati menggunakan kapas telinga, lalu pasien diminta untuk terlentang dengan telinga yang sakit di posisi atas selama sepuluh menit setelah liang telinga diisi dengan larutan yang sesuai dalam jumlah yang cukup.

Bila ada infeksi, antiinfeksi topikal yang tidak digunakan secara sistemik (seperti neomisin atau kliokuinol) dapat dipakai, tetapi hanya untuk satu minggu karena penggunaan yang berlebihan akan memicu infeksi jamur; infeksi jamur ini mungkin sulit diobati dan memerlukan konsultasi dokter spesialis. Sensitivitas terhadap anti-infeksi atau pelarut, dapat terjadi dan resistensi terhadap antibakteri mungkin terjadi pada pemakaian jangka panjang. Kloramfenikol dapat pula digunakan, tetapi tetes telinganya mengandung propilen glikol dan menimbulkan reaksi sensitisasi pada sekitar 10% pasien. Larutan yang mengandung anti- infeksi dan kortikosteroid (seperti Kemicort) digunakan untuk mengobati infeksi yang meradang dan eksim. Apabila otitis eksterna diobati secara topikal dengan sediaan yang mengandung aminoglikosida (misalnya neomisin, framisetin) atau polimiksin pada pasien dengan perforasi gendang telinga, maka dapat terjadi peningkatan risiko tuli akibat obat. Oleh karena itu penting untuk menjamin tidak adanya perforasi sebelum sediaan ini diresepkan. Walaupun demikian, banyak spesialis menggunakan tetes telinga ini secara hati-hati pada pasien otitis media dengan perforasi (lihat otitis media, 12.1.2) dan saat pengobatan lain untuk otitis media eksterna telah gagal.

Infeksi akut dapat menimbulkan nyeri hebat dan antibakteri sistemik dibutuhkan dengan analgesik seperti parasetamol atau ibuprofen. Bila ada infeksi stafilokokus yang resisten (bisul) di liang telinga luar, flukloksasilin merupakan obat pilihan (lihat 5.1, tabel 5.1). Siprofloksasin oral atau aminoglikosida sistemik mungkin diperlukan untuk infeksi Pseudomonas, terutama untuk anak dengan diabetes atau imunitas menurun.

Kulit pinna yang dekat dengan liang telinga sering diserang eksim. Krim kortikosteroid topikal dan salep (lihat 13.4) dapat dipakai, tetapi pemakaian jangka panjang sebaiknya dihindari.

Penggunaan pada anak. Untuk memakai tetes telinga, baringkan anak dengan kepala menghadap ke satu sisi; pada bayi, tarik daun telinga kearah belakang bawah. Untuk anak yang lebih tua, tarik daun telinga ke arah belakang atas.