Subfoveal Choroidal Neovascularisation

Verteporfin diindikasikan untuk pengobatan foto dinamik pada degenerasi makular karena faktor usia (age-related macular degeneration) yang disebabkan oleh classic subfoveal choroidal neovascularisation atau myopia patogen. Pada pemberian secara intravena, verteporfin diaktivasi melalui iradiasi lokal menggunakan non-thermal red light untuk menghasilkan derivat yang bersifat sitotoksik. Hanya boleh digunakan oleh dokter spesialis.

Pegabtanib natrium merupakan suatu penghambat faktor pertumbuhan endothel vaskular yang diindikasikan untuk pengobatan neovascular (wet) age-related macular degeneration. Pegatanib natrium diberikan melalui injeksi intravitreal, dan diberikan oleh dokter spesialis. Terapi Fotodinamik untuk wet age-related macular degeneration.

Direkomendasikan bahwa terapi fotodinamik untuk wet age-related macular degeneration hanya dapat digunakan untuk diagnosis classic (no occult) subfoveal choroidal neovascularisation yang sudah pasti dengan kondisi akuitas visual terbaik yang dapat dikoreksi adalah 6/60 atau lebih baik. Terapi fotodinamik tidak direkomendasikan untuk wet age-related macular degeneration yang sebagian besar termasuk kategori classic namun sebagian termasuk kategori occult subfoveal choroidal neovascularisation kecuali untuk tujuan uji klinik.

Monografi: 

PEGABTANIB NATRIUM

Indikasi: 

pengobatan neovascular (wet) age-related macular degeneration (AMD).

Peringatan: 

pantau tekanan intraokular selama pemberian injeksi; kehamilan (lihat Lampiran 4); menyusui (lihat Lampiran 5).

Kontraindikasi: 

infeksi okular atau periokular aktif atau belum dipastikan.

Efek Samping: 

gangguan penglihatan (diantaranya pandangan tidak jelas, flashing lights, gangguan jangkauan penglihatan), mual, nyeri tulang belakang, astenia, pruritus, hiperkolesterolemia, demam; jarang gangguan lakrimasi, perdarahan subretinal atau vitreus, reaksi hipersensitivitas (diantaranya nyeri dada, syncope, berkeringat, perubahan pada tekanan darah dan denyut jantung); reaksi pada tempat penyuntikan diantaranya nyeri, udem, inflamasi, perdarahan, perubahan warna.

Dosis: 

injeksi intraviteal, 0,3 mg sekali setiap 6 minggu (9 injeksi per tahun) pada mata yang dimaksud.

VERTEPORFIN

Indikasi: 

degenerasi makular yang berhubungan dengan faktor usia pada pasien dengan predominantly classic subfoveal choroidalneovascularisation.

Peringatan: 

fotosensitivitas- hindarkan pemaparan pada kulit dan mata yang tidak dilindungi terhadap cahaya terang selama proses infus dan selama 48 jam sesudahnya; hindarkan penggunaan pada gangguan fungsi hati berat, obstruksi empedu; hindarkan ekstravasasi; kehamilan (lihat Lampiran 4).

Kontraindikasi: 

porfiria; menyusui (lihat Lampiran 5).

Efek Samping: 

gangguan penglihatan (termasuk pandangan kabur, kilatan cahaya, defek visual), mual, nyeri punggung, asthenia, pruritus, hiperkolesterolemia, demam; gangguan air mata, perdarahan subretinal atau vitreous, reaksi hipersensitivitas (termasuk nyeri dada, sinkop, berkeringat, perubahan tekanan darah dan denyut nadi); reaksi pada tempat penyuntikan termasuk nyeri, udem, inflamasi, perdarahan, perubahan warna.

Dosis: 

melalui infus intravena selama 10 menit, 6 mg/m2 dilarutkan dalam 30 mL larutan infus.