11.6.1 Sediaan untuk Defisiensi Air Mata, Lubrikan Okuler, dan Astringen

Mata pedih kronis yang berkaitan dengan sekresi airmata yang berkurang atau abnormal, biasanya dijumpai pada kasus sindrom Sjogren.

Kondisi pasien dan pilihan pasien sering merupakan acuan dalam pemilihan sediaan. Hipromelose merupakan obat pilihan untuk defisiensi air mata. Frekuensi penggunaan dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan (misalnya: setiap jam) untuk memberikan efek yang memadai. Permukaan mucin okuler kadang abnormal pada defisiensi air mata dan kombinasi hipromelosa dan mukolitik seperti asetilsistein dapat membantu.

ASTRINGEN OKULER DAN LUBRIKAN
Seng sulfat adalah astringen tradisional yang telah digunakan dalam tetes mata untuk pengobatan lakrimasi yang berlebihan. Salep mata sederhana adalah sediaan steril yang netral yang dapat digunakan untuk melunakkan krusta pada blefaritis atau lubrikan netral pada malam hari; juga digunakan untuk melindungi permukaan okuler.

Monografi: 

DEKSTRAN 70

Indikasi: 

defisiensi air mata.

Peringatan: 

hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter jika kondisi tetap atau memburuk, atau jika terjadi nyeri pada mata, perubahan penglihatan, mata tetap merah atau iritasi.

KARBOMER + HIPROMELOSE

Indikasi: 

Penyembuhan simtomatik dari mata kering dan iritasi mata yang berhubungan dengan kekurangan produksi air mata.

Peringatan: 

Jika mengalami iritasi, sakit kepala, nyeri, perubahan pada penglihatan, rasa tidak nyaman, atau kondisi memburuk dan menetap lebih dari 72 jam, segera hentikan penggunaan obat. 

Kontraindikasi: 

Hipersensitivitas.

Efek Samping: 

Penglihatan buram, nyeri mata, sensasi benda asing pada mata, iritasi, hiperemia, alergi pada mata.

Penggunaan: 

Dewasa, satu tetes pada setiap mata (hindari sentuhan ujung kemasan pada mata) dan kedipkan mata beberapa kali.

NATRIUM KLORIDA

Indikasi: 

digunakan untuk irigasi, termasuk pertolongan pertama bila terkena zat berbahaya; intra-okuler atau irigasi topikal selama prosedur pembedahan.

POLIETILENGLIKOL + PROPILENGLIKOL

Indikasi: 

untuk meredakan gejala iritasi dan rasa terbakar yang sementara akibat kekeringan pada mata.

Peringatan: 

hentikan pemakaian jika terjadi reaksi hipersensitivitas ocular, nyeri pada mata, keluar air mata berlebihan, dan perubahan penglihatan, atau timbul kemerahan, atau iritasi lebih parah, atau kemerahan atau iritasi terjadi lebih dari 72 jam.

Kontraindikasi: 

hipersensitif.

Dosis: 

1-2 tetes pada mata sesuai kebutuhan.

SENG SULFAT

Indikasi: 

lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas.

VITAMIN A PALMITAT

Indikasi: 

menggantikan cairan air mata untuk mengatur kondisi mata kering termasuk keratoconjungtivitis sicca dan untuk ketidakstabilan lapisan air mata atau kurangnya kelembaban kornea.

Peringatan: 

lensa kontak harus dilepas sebelum pemberian atau pemakaian kembali paling cepat 30 menit sesudah pemberian; pasien yang mengalami penglihatan buram/kabur setelah pemakaian sediaan agar tidak mengendarai atau mengendalikan mesin sebelum penglihatannya bersih/jernih; kehamilan dan menyusui.

Interaksi: 

lihat Lampiran 1.

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas terhadap komponen yang ada pada sediaan.

Efek Samping: 

kadang-kadang terjadi rasa seperti terbakar yang hanya berlangsung sementara atau kelopak mata lengket dan/atau pandangan kabur sesaat setelah pemberian.

Penggunaan: 

Dewasa dan anak: 3-4 kali sehari 1 tetes atau sesuai kebutuhan, tergantung pada beratnya kasus. Pegang tube secara vertikal dan gunakan satu tetes pada conjunctival sac.