Miotik

Pupil yang kecil adalah efek samping yang tidak menguntungkan dari obat ini (kecuali bila pilokarpin digunakan sementara sebelum pembedahan glaukoma sudut tertutup). Obat ini bekerja dengan membuka saluran drainase yang inefisien pada trabecular meshwork, dengan cara kontraksi atau spasme otot silier. Obat ini juga menghasilkan spasme akomodasi yang dapat menyebabkan pandangan kabur dan browache (efek samping khusus pada pasien di bawah usia 40 tahun).

Miotik digunakan dalam penanganan tekanan intraokular yang tinggi, termasuk pilokarpin.

PERINGATAN. Iris berwarna gelap membutuhkan miotik dengan kadar yang lebih tinggi atau pemberian dengan frekuensi yang lebih sering dan penanganan yang lebih hati-hati sebaiknya dilakukan untuk menghindari dosis berlebih. Pelepasan retina (retinal detachment) dapat terjadi pada individu yang rentan atau pada orang dengan kelainan pada retina; karena itu pemeriksaan fundus disarankan sebelum memulai pengobatan dengan miotik. Penanganan juga dibutuhkan pada konjungtiva atau kerusakan kornea. Tekanan intraokular dan penglihatan sebaiknya dimonitor pada pasien glaukoma simplek kronik dan pasien yang diberikan miotik dalam waktu yang lama. Miotik sebaiknya digunakan secara hati-hati pada penderita penyakit jantung,hipertensi, asma, tukak peptik, obstruksi saluran kemih, dan penyakit Parkinson.

KONTRAINDIKASI. Miotik dikontraindikasikan pada keadaan di mana konstriksi pupil tidak diperbolehkan seperti pada iritis akut, uveitis anterior, dan beberapa kondisi glaukoma sekunder. Sebaiknya dihindari pada penyakit inflamasi akut dari segmen anterior.

EFEK SAMPING. Spasmus siliari menyebabkan sakit kepala dan browache yang dapat bertambah parah pada 2-4 minggu pengobatan awal (efek samping khusus pada pasien di bawah 40 tahun). Efek samping okular seperti terbakar, gatal, penglihatan kabur, kongesti vaskular konjungtivitis, miopia, perubahan lensa mata, perdarahan vitreous, dan pupillary block.

Efek samping parasimpatomimetik seperti berkeringat, bradikardia, dan kolik usus dapat terjadi setelah penyerapan sistemik dari obat tetes mata ini; efek lain di antaranya hipersalivasi dan bronkospasme.

Monografi: 

KARBAKOL

Indikasi: 

lihat keterangan di atas.

Penggunaan: 

gunakan tetes mata hingga 4 kali sehari.

PILOKARPIN

Indikasi: 

lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas.

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas.

Penggunaan: 

gunakan tetes mata 3-6 kali sehari.