Beta Bloker

Penggunaan topikal beta bloker pada mata efektif mengurangi tekanan intraokuler terutama pada glaukoma sudut terbuka, mungkin dengan mengurangi laju produksi cairan bola mata. Penggunaan secara oral juga mengurangi tekanan intraokuler tetapi cara pemberian ini tidak digunakan karena efek sampingnya yang mengganggu.

Beta bloker yang digunakan sebagai tetes mata di antaranya betaksolol, levobunolol, metipranolol dan timolol.

PERINGATAN, KONTRAINDIKASI DAN EFEK SAMPING: Penyerapan sistemik terjadi setelah penggunaan topikal, oleh karena itu tetes mata yang mengandung beta-bloker dikontraindikasikan pada pasien dengan bradikardia, heart block, atau gagal jantung. Penting: sebagai peringatan untuk menghindari asma lihat catatan di bawah. Pertimbangkan juga peringatan, kontraindikasi, dan efek samping lain dari beta-bloker (lihat 2.4.3). Efek samping lokal dari tetes mata antara lain mata kering sementara, dan blefarokonjungtivitis alergis.

Catatan: Telah diinformasikan bahwa beta- bloker, bahkan yang jelas kardioselektif, sebaiknya tidak digunakan pada pasien dengan asma atau riwayat penyakit paru obstruktif, kecuali bila tidak ada pengobatan alternatif. Pada kasus demikian risiko bronkospasme sebaiknya diantisipasi dan tindakan pencegahan dilakukan.

INTERAKSI: Karena penyerapan sistemik mungkin terjadi setelah penggunaan topikal, kemungkinan interaksi sebaiknya diingat, khususnya dengan obat semacam verapamil. Lihat juga Lampiran 1 (beta bloker).

Monografi: 

BETAKSOLOL HIDROKLORIDA

Indikasi: 

lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas.

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas.

Penggunaan: 

gunakan tetes mata 2 kali sehari.

LEVOBUNOLOL HIDROKLORIDA

Indikasi: 

lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas.

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas; dilaporkan kadang terjadi anterior uveitis.

Penggunaan: 

gunakan tetes mata 1 kali atau 2 kali sehari.

METIPRANOLOL

Indikasi: 

lihat keterangan di atas, tetapi dalam glaukoma sudut lebar kronis dibatasi pada pasien yang alergi terhadap zat pengawet atau mereka yang memakai lensa kontak (dimana benzalkonium klorida harus dihindari).

Peringatan: 

lihat keterangan di atas.

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas; dilaporkan terjadi uveitis anterior granulomatosa (hentikan pengobatan).

Penggunaan: 

gunakan tetes mata 2 kali sehari.

TIMOLOL MALEAT

Indikasi: 

untuk pengobatan peningkatan tekanan intra okular pada pasien dengan hipertensi okular atau glaukoma sudut lebar.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas.

Kontraindikasi: 

gagal jantung, aritmia jantung derajat dua atau tiga dengan blokade AV, bradikardi, syok kardiogenik, asma bronkial, obstruksi saluran napas kronis dengan kecenderungan spasmus bronkus atau riwayat spasmus bronkus; hipersensitif terhadap timolol maleat dan benzalkonium klorida.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas.

Penggunaan: 

dewasa: 1 tetes pada mata yang sakit, satu kali sehari; jika sediaan tetes mata lain juga digunakan, harus pada jarak lima menit; periksa tekanan intra okular 34 minggu setelah awal pengobatan, dan selama pengobatan periksa tekanan intra okular secara teratur karena respon pasien dapat berubah-ubah.