11.4 Pengobatan glaukoma

Glaukoma adalah kelainan yang ditandai dengan kehilangan pandangan penglihatan yang berhubungan dengan kerusakan pada optic disc dan saraf mata. Walaupun umumnya glaukoma dikaitkan dengan peningkatan intraokular tapi juga dapat terjadi pada tekanan intraokular normal.

Glaukoma yang paling umum terjadi adalah glaukoma sudut terbuka primer (glaukoma simplek kronik; glaukoma sudut lebar) di mana sumbatannya terjadi pada trabecular meshwork. Kondisi ini sering tanpa gejala dan penderita kehilangan penglihatan secara bermakna. Glaukoma sudut tertutup primer (glaukoma sudut tertutup akut; glaukoma sudut sempit) disebabkan tertutupnya aliran aqueous humour ke bilik anterior dan secara medis merupakan keadaan gawat darurat. Hanya obat yang dapat menurunkan tekanan intraokular yang digunakan dalam pengobatan glaukoma; obat tersebut bekerja melalui mekanisme berbeda. Beta-bloker topikal atau analog prostaglandin umumnya merupakan obat pilihan pertama. Obat ini perlu dikombinasikan atau ditambah dengan obat lain seperti miotik, simpatomimetik dan inhibitor anhidrase karbonik untuk mengkontrol tekanan intraokular.

Untuk pengurangan tekanan intraokular yang segera, dan sebelum operasi diberikan manitol 20% (sampai 500 mL) melalui infus intravena perlahan-lahan hinggga tekanan intraokular turun secara memuaskan. Injeksi intravena asetazolamid juga digunakan untuk keadaan gawat darurat karena peningkatan tekanan intraokular.

Jika dibutuhkan, terapi anti glaukoma standar dapat diberikan sebagai pengobatan tambahan setelah iridotomi, iridektomi atau operasi operasi drainase pada glaukoma sudut terbuka (open-angle) atau sudut tertutup (angle-closure).