11.2.2 Antiinflamasi lain

Sediaan lain yang digunakan untuk pengobatan topikal inflamasi dan konjungtivitis alergi meliputi antihistamin, lodoksamid dan natrium kromoglikat. Sediaan topikal antihistamin seperti tetes mata yang mengandung antazolin sulfat, ketotifen, levokabastin, dan olopatadin dapat digunakan untuk konjungtivitis alergi. Tetes mata natrium kromoglikat mungkin berguna untuk keratokonjungtivitis vernal dan konjungtivitis alergi lainnya. Tetes mata lodoksamid digunakan untuk konjungtivitis alergi termasuk yang musiman. Tetes mata diklofenak juga digunakan untuk konjungtivitis alergi musiman. 

Monografi: 

ANTAZOLIN

Indikasi: 

konjungtivitis alergi.

KALIUM PEMIROLAS

Indikasi: 

untuk pengobatan konjungtivis alergi dan vermal.

Peringatan: 

data keamanan penggunaan pada wanita hamil dan menyusui serta pada bayi belum tersedia. Pengguaan pada wanita hamil hanya jika manfaatnya melebihi risikonya.

Efek Samping: 

iritasi mata, blefaritis, gatal pada kelopak.

Penggunaan: 

1 tetes dua kali sehari (pagi dan malam hari).

KETOTIFEN

Indikasi: 

konjungtivitis alergi seasonal.

Efek Samping: 

rasa terbakar yang tidak menetap atau rasa tersengat, punctate corneal epithelial erosion, jarang terjadi mata kering, perdarahan subkonjungtiva, fotofobia; sakit kepala, mengantuk, reaksi pada kulit, dan dilaporkan mulut kering.

Penggunaan: 

DEWASA dan ANAK diatas 3 tahun, gunakan 2 kali sehari.

KROMOGLIKAT NATRIUM

Indikasi: 

konjungtivitis alergi.

Efek Samping: 

rasa terbakar sementara dan rasa tersengat.

Penggunaan: 

gunakan tetes mata 4 kali sehari, salep mata 2-3 kali sehari.

LEVOKABASTIN

Indikasi: 

konjungtivtis alergi.

Efek Samping: 

iritasi lokal, pandangan kabur, urtikaria, dispnea, sakit kepala, rasa mengantuk.

Penggunaan: 

DEWASA dan ANAK di atas usia 9 tahun, gunakan 2 kali/hari, tingkatkan bila perlu hingga 3-4 kali/hari, hentikan bila tidak ada perbaikan dalam 3 hari; maksimum 4 minggu pengobatan per tahun.

LODOKSAMID

Indikasi: 

konjungtivitis alergis.

Efek Samping: 

rasa terbakar sementara, rasa tersengat, gatal, dan lakrimasi; dilaporkan terjadinya flushing dan pusing.

Penggunaan: 

DEWASA dan ANAK di atas usia 4 tahun, gunakan tetes mata 4 kali sehari.

NEPAFENAK

Indikasi: 

nyeri dan inflamasi yang berhubungan dengan operasi katarak.

Peringatan: 

berpotensi meningkatkan perdarahan jaringan okular (termasuk hifemas) terkait dengan operasi okular, pemakaian bersama AINS topikal dan steroid topikal berpotensi memperlambat penyembuhan, pemakaian jangka lama dapat menyebabkan kerusakan epitelial, penebalan erosi, luka atau periorasi pada kornea, sehingga harus segera dihentikan dan dilakukan pemantauan ketat,  penderita dengan tendensi perdarahan atau penderita yang sedang mengkonsumsi obat lain yang dapat memperpanjang waktu perdarahan, kehamilan, menyusui, anak usia dibawah 10 tahun.

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas, kehamilan.

Efek Samping: 

kekeruhan kapsular, penurunan ketajaman penglihatan, rasa asing, peningkatan tekanan intraokular dan perasaan lengket.

Penggunaan: 

hanya untuk pemakaian topikal mata. Satu tetes nepafenak 0,1% pada mata yang terkena, tiga kali sehari dimulai sejak satu hari sebelum operasi katarak, dilanjutkan pada hari operasi dan pada dua minggu pertama setelah operasi.

OLOPATADIN

Indikasi: 

pengobatan gejala dan tanda-tanda alergi konjungtivitis.

Peringatan: 

bukan merupakan pengobatan iritasi yang berkaitan dengan pemakaian lensa kontak (jangan menggunakan lensa kontak apabila mata merah), pengawet dalam sediaan tetes mata yang mengandung olopatadin kemungkinan dapat diabsorpsi oleh lensa kontak, pasien yang menggunakan lensa kontak dan matanya tidak merah disarankan untuk menunggu minimal 10 menit setelah penggunaan obat ini sebelum menggunakan lensa kontak kembali.

Efek Samping: 

pusing, astenia, penglihatan terganggu, rasa menyengat atau rasa terbakar, sindrom flu, mata kering, sensasi asing pada tubuh, hiperemia, hipersensitivitas, keratitis, udem pada kelopak mata, mual, faringitis, pruritus, rinitis, sinusitis dan gangguan indra pengecap.

Penggunaan: 

satu tetes dua kali sehari pada setiap mata yang terinfeksi dengan interval pemberian 6 sampai dengan 8 jam.