11.1.1 Antibakteri

Infeksi karena bakteri biasanya diobati secara topikal dengan obat tetes dan salep mata. Pemberian sistemik kadang-kadang diperlukan untuk blefaritis. Pada infeksi intraokular, beberapa cara pemberian (intrakornea, intravitral, dan sistemik) dapat digunakan.

Kloramfenikol memiliki spektrum aktivitas yang luas dan merupakan obat pilihan untuk infeksi mata superfisial. Tetes mata kloramfenikol ditoleransi dengan baik dan rekomendasi bahwa kloramfenikol tetes mata harus dihindari sebab meningkatkan risiko anemia aplastik tidak ditemukan. Antibiotika lain dengan spektrum aktivitas luas termasuk kuinolon, siprofloksasin dan ofloksasin; framisetin, gentamisin dan neomisin juga aktif melawan bakteri dengan variasi yang luas. Gentamisin, siprofloksasin dan ofloksasin efektif untuk infeksi yang disebabkan oleh Pseudomonas aeruginosa. Tetes mata siprofloksasin digunakan untuk ulkus kornea; penggunaan intensif (terutama untuk dua hari pertama) dibutuhkan sepanjang siang dan malam. Asam fusidat bermanfaat untuk infeksi stafilokokus.

Propamidin isetionat kecil manfaatnya dalam infeksi bakteri tetapi spesifik untuk kondisi keratitis akantamoeba yang jarang terjadi (neomisin dapat digunakan sebagai obat tambahan; lihat juga 13.1.9).

Neonatus. Tetes mata antibakteri digunakan untuk pengobatan konjungtivitis bakteri akut pada neonatus (optalmia neonatorum), jika mungkin, mikroorganisme penyebabnya sebaiknya diidentifikasi. Tetes mata kloramfenikol atau neomisin digunakan untuk pengobatan konjungtivitis ringan, untuk infeksi yang lebih serius disarankan juga antibakteri sistemik. Jika tidak ada respon pada pengobatan awal diperlukan investigasi; sebaiknya dipertimbangkan Infeksi klamidial.

Infeksi mata gonokokal diobati dengan injeksi dosis tunggal seftriakson. Infeksi mata klamidial sebaiknya ditangani dengan pemberian eritromisin oral. Tetes mata gentamisin bersama dengan antibakteri sistemik yang sesuai digunakan pada pengobatan infeksi mata pseudomonas. DENGAN KORTIKOSTEROID. Banyak sediaan antibakteri juga dikombinasi dengan kortikosteroid tetapi campuran demikian tidak boleh digunakan kecuali pasien berada dalam supervisi seorang spesialis. Secara khusus obat jenis ini tidak boleh diresepkan untuk mata merah yang belum terdiagnosa yang kadang-kadang disebabkan oleh virus herpes simpleks dan mungkin sulit untuk didiagnosa (lihat 13.1.4.1).

 

CARA PENGGUNAAN.
Obat tetes mata. Gunakan sedikitnya tiap 2 jam, kemudian kurangi frekuensi saat infeksi sudah terkendali dan lanjutkan untuk 48 jam setelah sembuh.
Salep mata. Gunakan pada malam hari (bila digunakan tetes mata siang harinya) atau 3-4 kali sehari (bila hanya salep yang digunakan).

Monografi: 

FRAMISETIN SULFAT

Indikasi: 

lihat keterangan di atas.

Penggunaan: 

lihat keterangan di atas.

GATIFLOKSASIN

Indikasi: 

infeksi okular eksternal seperti konjungtivitis dan keratitis bakterialis yang disebabkan oleh mikroorganisme yang peka terhadap gatifloksasin.

Peringatan: 

pemakaian lama dihindari karena dapat menyebabkan pertumbuhan organisme yang tidak sensitif, termasuk jamur yang dapat menimbulkan super infeksi.

Interaksi: 

penggunaan bersamaan teofilin dapat meningkatkan kadar teofilin dalam plasma, meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan derivatnya, meningkatkan kadar serum kreatinin pada pasien pengguna siklosporin secara sistemik, gangguan metabolism kafein.

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas.

Efek Samping: 

iritasi konjungtival, peningkatan lakrimasi, keratitis dan konjungtivitis papilari, kemosis, perdarahan konjungtival, mata kering, iritasi mata, nyeri mata, garis mata membengkak, pusing, mata merah, kemampuan penglihatan berkurang dan gangguan mengecap.

Penggunaan: 

hari ke 1 – 2 : teteskan 1 tetes pada mata yang sakit setiap 2 jam sampai 8 kali sehari (mulai bangun tidur), hari ke 3 – 7 : teteskan 1 tetes pada mata yang sakit sampai 4 kali sehari (mulai bangun tidur).

GENTAMISIN

Indikasi: 

sebagai terapi tambahan pada peningkatan tekanan intra okular pada pasien dengan hipertensi okular atau glaukoma sudut lebar.

Peringatan: 

gentamisin dan metabolitnya dieksresikan melalui terutama ginjal, maka tidak direkomendasikan untuk digunakan pada pasien dengan gangguan ginjal berat (CrCl < 30ml/menit); gangguan hati.

Interaksi: 

tidak direkomendasikan digunakan bersamaan dengan obat golongan penghambat karbonik anhidrase oral.

Kontraindikasi: 

hipersensitif terhadap komponen obat.

Efek Samping: 

pandangan kabur, rasa yang tidak biasa seperti pahit, kecut; lebih jarang terjadi: blefaritis, dermatitis, mata kering, sensasi tubuh yasing, sakit kepala, hiperemia, okular discharge, ketidaknyamanan okular, keratitis okular, nyeri okular, pruritus akular, dan rinitis; pada kasus yang lebih jarang terjadi: reaksi alergi, alopesia, nyeri dada, konjungtivis, diare, diplopia, mengantuk, mulut kering, dispnea, dispepsia, kelelahan mata, keratokonjungtivis, keratopati, nyeri ginjal, mual, faringitis, mata berair, dan gatal-gatal.

Penggunaan: 

satu tetes pada mata yang sakit, tiga kali sehari. Gunakan berselang minimal 10 menit dari penggunaan obat penurun tekanan okular yang lain.

KLORAMFENIKOL

Indikasi: 

lihat keterangan di atas.

Efek Samping: 

rasa pedas sementara; laporan yang jarang mengenai anemia aplastik; lihat juga keterangan di atas

Penggunaan: 

Lihat keterangan di atas

LEVOFLOKSASIN

Indikasi: 

pengobatan topikal untuk infeksi okular eksternal seperti konjungtivitis yang disebabkan oleh strain bakteri yang rentan terhadap levofloksasin.

Peringatan: 

efikasi produk ini terhadap methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) belum terbukti; untuk menghindari resistensi bakteri, uji sensitifitas bakteri perlu dilakukan dan periode pengobatan dengan levofloksasin dilakukan dalam waktu paling singkat yang sudah dapat mengeradikasi infeksi; tidak direkomendasikan untuk anak berusia di bawah 1 tahun; kehamilan (lihat Lampiran 4); menyusui (lihat Lampiran 5).

Kontraindikasi: 

pasien dengan riwayat sensitifitas terhadap ofloksasin dan semua antibiotika golongan kuinolon.

Efek Samping: 

eritema, ruam, dispnea, penurunan tekanan darah, udem kelopak mata (hentikan pengobatan); blefaritis (kemerahan pada kelopak mata/udem,dll), dermatitis pada kelopak mata, gatal; iritasi, lesi pada kornea seperti keratitis superficial diffuse.

Penggunaan: 

Satu tetes digunakan tiga kali sehari. Dosis dapat disesuaikan sesuai dengan gejala yang dialami pasien

NEOMISIN SULFAT

Indikasi: 

lihat keterangan di atas.

Penggunaan: 

lihat keterangan di atas.

OFLOKSASIN

Indikasi: 

digunakan untuk mengobati infeksi pada mata yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif.

Peringatan: 

hindarkan pemakaian yang lama karena dapat menyebabkan pertumbuhan organisme yang tidak sensitif termasuk jamur, yang dapat menimbulkan super infeksi; kehamilan (lihat Lampiran 4); menyusui (lihat Lampiran 5).

Interaksi: 

antibiotika sejenis topikal β-laktam.

Efek Samping: 

pedih, rasa gatal, dan merah-merah pada konjungtiva; rasa menyengat, kemerahan, gatal, konjungtivitis kimia/keratitis, udem okular/perikular/wajah, sensasi asing pada tubuh, photophobia, pandangan tidak jelas, mata berair, mata kering, dan nyeri pada mata; jarang pusing.

Penggunaan: 

1-2 tetes setiap 4-6 jam. Dosis dapat ditingkatkan 1-2 tetes tiap 2 jam selama 24-48 jam pertama. Kemudian frekuensi harus diturunkan bertahap sesuai tanda-tanda perbaikan klinis.

POLIMIKSIN B SULFAT

Indikasi: 

lihat keterangan di atas.

Penggunaan: 

lihat keterangan di atas.

SIPROFLOKSASIN

Indikasi: 

infeksi bakteri superfisial, lihat keterangan diatas; ulkus kornea.

Peringatan: 

tidak disarankan untuk digunakan pada anak berusia di bawah 1 tahun; kehamilan (lihat Lampiran 4); menyusui (lihat Lampiran 5).

Efek Samping: 

rasa terbakar lokal dan gatal; pelupuk mata terbentuk krusta; hyperaemia; gangguan indra pengecap; kornea menjadi berwarna, keratitis, udem pada kelopak mata, lacrimation, photophobia, infiltrasi kornea; dilaporkan adanya mual dan gangguan penglihatan.

Penggunaan: 

infeksi bakteri superfisial, lihat keterangan di atas. Ulkus kornea, gunakan siang dan malam, hari pertama 2 tetes tiap 15 menit untuk 6 jam, kemudian setiap 30 menit untuk sisa hari; hari kedua gunakan 2 tetes tiap jam; hari ketiga hingga keempat belas gunakan 2 tetes tiap 4 jam; untuk pengobatan lebih lama dibutuhkan petunjuk dokter untuk menentukan frekuensi (lama pengobatan maksimum 21 hari).

TOBRAMISIN

Indikasi: 

Lihat keterangan di atas.

Penggunaan: 

Lihat keterangan di atas.