11.1 Antiinfeksi untuk Mata


11.1.1 Antibakteri
11.1.2 Antijamur
11.1.3 Antivirus

 

INFEKSI MATA. Kebanyakan infeksi mata superfisial akut dapat diobati secara topikal. Blefaritis dan konjungtivitis sering disebabkan oleh stafilokokus; sedangkan keratitis dan endoftalmitis mungkin bisa disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Blefaritis bakterial diobati dengan pemberian salep mata antibakteri di kantung konjungtiva atau di pelupuk mata. Tetapi kadang- kadang diperlukan pengobatan sistemik yang biasanya dilakukan setelah kultur organisme dan ditentukan sensitivitas antimikrobanya. Antibiotika yang sesuai seperti tetrasiklin diberikan selama 3 bulan atau lebih.

Hampir semua kasus infeksi konjungtiva akut dapat sembuh dengan sendirinya. Antibakteri tetes mata atau salep mata digunakan bila diperlukan pengobatan.

Respons yang kurang baik terhadap pemberian obat menunjukkan konjungtivitis kemungkinan disebabkan oleh virus atau alergi. Konjugtivitis gonokokus diobati dengan antimikroba sistemik dan topikal. Ulkus kornea dan keratitis memerlukan penanganan oleh dokter spesialis dan mungkin membutuhkan penggunaan antimikroba subkonjungtival atau sistemik.

Endoftalmitis adalah kedaruratan medik yang juga membutuhkan penatalaksanaan oleh dokter spesialis dan sering membutuhkan penggunaan antibiotika parenteral, subkonjungtival, atau intraokuler. Untuk acuan pengobatan kutu pubis (crab lice) bulu mata, lihat 13.10.4.