INDOMETASIN

Indometasin mempunyai kerja yang serupa atau lebih kuat dari naproksen, tetapi dengan efek samping yang lebih sering terjadi, termasuk sakit kepala, pusing, dan gangguan cerna (lihat keterangan di bawah).

Monografi: 

INDOMETASIN

Indikasi: 

nyeri dan peradangan sedang sampai berat pada kasus reumatik dan gangguan muskuloskeletal akut lainnya; gout akut; dismenorea, penutupan duktus arteriosus (lihat 7.1.1.1).

Peringatan: 

lihat keterangan di atas; hati-hati juga pada kasus epilepsi, parkinsonismus, gangguan kejiwaan; pada terapi yang lama pemeriksaan mata dan darah sangat dianjurkan; hindari pemberian rektal pada proktitis dan hemoroid; menyusui (lihat Lampiran 5). MENGEMUDI. Rasa pusing bisa mempengaruhi kinerja tugas-tugas yang membutuhkan keahlian (misalnya mengemudi).

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (AINS).

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas; sering terjadi gangguan cerna (termasuk diare), sakit kepala, pusing dan kepala terasa ringan; tukak dan pendarahan pada lambung dan usus; mengantuk (jarang), bingung, insomnia, kejang, goncangan kejiwaan, depresi, gangguan darah sinkop (terutama trombositopenia), hipertensi, hiperglikemia, pandangan kabur, deposit kornea, neuropati periferal, dan penyempitan usus; supositoria bisa menyebabkan iritasi rektum dan kadang terjadi perdarahan.

Dosis: 

oral, penyakit reumatik, 50-200 mg sehari dalam dosis terbagi, bersama makanan; ANAK: tidak dianjurkanGout akut, 150-200 mg sehari dalam dosis terbagiDismenorea, hingga 75 mg sehari. Rektal dalam bentuk supositoria, 100 mg pada malam hari dan pagi hari jika diperlukan; ANAK: tidak dianjurkan. Menggabungkan pengobatan oral dan rektal, maksimum dosis total sehari 150-200 mg.

Keterangan: 

Indometasin mempunyai kerja yang serupa atau lebih kuat dari naproksen, tetapi dengan efek samping yang lebih sering terjadi, termasuk sakit kepala, pusing, dan gangguan cerna (lihat keterangan di bawah).