1.8.3 Pankreatinin

Pengganti enzim pankreas (suplemen pankreatin) diperlukan bila sekresi pankreas terganggu pada kasus cystic fibrosis dan setelah pankreatektomi, gastrektomi, pankreatitis kronis. Pankreatin membantu pencernaan karbohidrat, lemak, dan protein. Pankreatin juga mungkin diperlukan pada tumor yang menghambat aliran keluar dari pankreas (misal kanker pankreatik).

Pankreatin diinaktifkan oleh asam lambung, karena itu sebaiknya diberikan dengan makanan (atau sesaat sebelum atau setelah makan). Sekresi asam lambung mungkin dapat dikurangi dengan pemberian simetidin atau ranitidin satu jam sebelumnya (lihat 1.1.2). Penggunaan bersama antasida juga mengurangi keasaman lambung. Sediaan salut enterik menghasilkan kadar enzim yang lebih tinggi dalam usus duodeni.

Karena pankreatin juga diinaktifkan oleh panas, maka panas yang berlebihan sebaiknya dihindari ketika sediaan dicampur dengan cairan atau makanan. Campuran ini tidak boleh disimpan lebih dari satu jam. Dosis disesuaikan menurut besar, jumlah dan konsistensi feses sampai pasien merasa kondisinya membaik. Mungkin dosis perlu ditambah jika pasien mengkonsumsi makanan ringan diantara jam makan.

Pankreatin dapat mengiritasi kulit sekitar mulut (perioral) dan mukosa bukal jika tertahan dalam mulut, dan dosis berlebihan dapat menyebabkan iritasi perianal. Efek samping yang paling sering muncul adalah gangguan saluran cerna termasuk mual, muntah dan ketidaknyamanan perut, hiperurisemia dan hiperurikosuria terjadi berkaitan dengan penggunaan dosis yang sangat besar. Reaksi hipersensitivitas kadang- kadang terjadi dan dapat terjadi pada petugas yang menyiapkan obat.

Monografi: 

PANKREATIN

Indikasi: 

lihat keterangan di atas

Peringatan: 

lihat keterangan di atas

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas

Dosis: 

oral: dewasa dan anak 0,5-2 g sehari dalam dosis terbagi bersama makanan.