1.6.4 Pencahar Osmotik

Pencahar osmotik bekerja dengan cara menahan cairan dalam usus secara osmosis atau dengan mengubah penyebaran air dalam feses.

Laktulosa adalah disakarida semisintetik yang tidak diabsorpsi dari saluran cerna. Senyawa ini menyebabkan diare osmotik dengan pH feses yang rendah dan mengurangi proliferasi organisme penghasil amonia. Karena itu laktulosa bermanfaat dalam pengobatan ensefalopati hepatik. Laktitol merupakan disakarida sejenis.

Makrogol merupakan polimer etilen glikol inert yang memerlukan cairan di usus besar. Pemberian cairan dengan makrogol dapat menurunkan efek dehidrasi yang terkadang ditemukan pada pencahar osmotik. Garam purgatif seperti magnesium hidroksida bermanfaat untuk penggunaan sesekali, asupan cairan yang cukup sebaiknya dipertahankan. Garam magnesium bermanfaat bila diperlukan pengosongan usus yang cepat. Garam natrium sebaiknya dihindari karena pada individu yang peka dapat menimbulkan retensi air dan natrium. Enema fosfat bermanfaat untuk membersihkan usus besar sebelum prosedur radiologi, endoskopi dan pembedahan.

Monografi: 

GARAM MAGNESIUM

Indikasi: 

konstipasi (magnesium hidroksida), pengosongan usus yang cepat sebelum prosedur radiologi endoskopi dan bedah (magnesium sulfat)

Peringatan: 

gangguan ginjal (risiko penumpukan magnesium); gangguan hati; lansia dan pasien yang lemah

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (garam magnesium)

Kontraindikasi: 

kondisi penyakit saluran cerna akut

Efek Samping: 

kolik

Dosis: 

magnesium hidroksida: jika perlu 2-4 g sebagai 8% suspensi dalam air; magnesium sulfat: 5-10 g dengan segelas air penuh sebelum makan pagi atau pada saat perut kosong (bekerja dalam 2-4 jam)

LAKTULOSA

Indikasi: 

konstipasi (bekerja dalam waktu 48 jam), ensefalopati hepatik (ensefalopati sistemik portal)

Peringatan: 

intoleransi laktosa

Kontraindikasi: 

galaktosemia, obstruksi usus

Efek Samping: 

kembung, kram dan perut terasa tidak enak

Dosis: 

konstipasi, mula-mula 10 g dua kali sehari kemudian disesuaikan menurut kebutuhan pasien; anak-anak (lihat juga 1.4) di bawah 1 tahun 1,5 g dalam 25 mL larutan, 1-5 tahun 3 g dalam 5 mL larutan, 5-10 tahun 2 kali sehari.
Ensefalopati hepatik, 20-30 g 3 kali sehari kemudian disesuaikan sampai feses menjadi lunak, 2-3 kali sehari.
Saran: serbuk dapat ditaruh di atas lidah dan dibasuh dengan air atau cairan lain atau ditebarkan pada makanan, atau dicampur dengan air atau cairan lain sebelum ditelan.