1.6.2 Stimulan

Pencahar stimulan meliputi bisakodil dan obat golongan antrakuinon, misalnya sena dan dantron. Indikasi dantron terbatas karena potensi karsinogenik obat dan adanya bukti genotoksisitas. Stimulan kuat seperti kaskara (antrakuinon) dan minyak jarak saat ini sudah tidak digunakan lagi. Natrium dokusat bekerja sebagai stimulan dan pelunak feses.

Pencahar stimulan bekerja dengan cara meningkatkan motilitas usus dan sering kali menyebabkan kram perut. Tidak boleh digunakan pada obstruksi usus. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan diare dan efek terkait seperti hipokalemia, namun penggunaan jangka panjang dapat dipertimbangkan pada keadaan tertentu (lihat bagian 1.6 untuk penggunaan pencahar stimulan pada anak).

Supositoria gliserol bekerja sebagai stimulan rektal berdasarkan aksi kerja gliserol sebagai iritan ringan. Parasimpatomimetik betanekol, distigmin, neostigmin dan piridostigmin (lihat 7.4.1 dan 10.2.1) meningkatkan aktivitas parasimpatik pada usus dan meningkatkan motilitas usus. Obat-obat ini tidak boleh digunakan bila obstruksi usus terjadi oleh sebab organik dan segera setelah anastomosis usus.

Pencahar stimulan lain
Sediaan kaskara, frangula, rhubarb (kelembak) dan sena, aloe dan lain-lain yang tidak dibakukan sebaiknya dihindari karena kerja pencaharnya tidak dapat diperkirakan.

Monografi: 

BISAKODIL

Indikasi: 

konstipasi, tablet bekerja dalam 10-12 jam, supositoria bekerja dalam 20-60 menit; sebelum prosedur radiologi dan bedah.

Peringatan: 

lihat keterangan pada pencahar stimulan

Kontraindikasi: 

lihat keterangan pada pencahar stimulan, bedah perut akut, inflammatory bowel disease akut, dehidrasi berat.

Efek Samping: 

lihat keterangan pada pencahar stimulan; tablet: gripping; supositoria, iritasi lokal.

Dosis: 

oral: untuk konstipasi, 5-10 mg malam hari; kadang-kadang perlu dinaikkan menjadi 15-20 mg; anak-anak (lihat juga 1.6) di bawah 10 tahun 5 mg.
Rektum: dalam supositoria untuk konstipasi, 10 mg pada pagi hari; anak-anak (lihat 1.6) di bawah 10 tahun 5 mg. Sebelum prosedur radiologi dan bedah, 10 mg oral sebelum tidur malam selama 2 hari sebelum pemeriksaan dan jika perlu supositoria 10 mg 1 jam sebelum pemeriksaan; anak-anak setengah dosis dewasa.

DANTRON

Indikasi: 

hanya untuk konstipasi pada pasien dengan sakit yang parah, pada semua usia

Peringatan: 

lihat catatan pada pencahar stimulant; hindari kontak lama pada kulit (risiko iritasi dan ekskoriasi); hindari pada kehamilan dan menyusui; studi pada roden menunjukkan risiko karsinogenik.

Kontraindikasi: 

lihat catatan pada pencahar stimulan.

Efek Samping: 

lihat catatan pada pencahar stimulan; urine mungkin berwarna merah.

Dosis: 

dewasa, 25-75 mg sebelum tidur; anak-anak 25 mg sebelum tidur.

NATRIUM DOKUSAT (NATRIUM DIOKTIL SULFOSUKSINAT)

Indikasi: 

konstipasi (sediaan oral bekerja dalam 1-2 hari); tambahan pada prosedur radiologi abdomen.

Peringatan: 

lihat keterangan pada pencahar stimulan; jangan diberikan bersama parafin cair; sediaan rektal tidak diindikasikan jika ada hemoroid atau fisura; wanita hamil (lihat lampiran 4), wanita menyusui (lihat lampiran 5).

Kontraindikasi: 

lihat keterangan pada pencahar stimulan;

Efek Samping: 

lihat keterangan pada pencahar stimulan;

Dosis: 

oral, konstipasi sampai dengan 500 mg sehari dalam dosis terbagi. Dengan barium 400 mg.

NATRIUM PIKOSULFAT

Indikasi: 

konstipasi, pengosongan usus sebelum prosedur radiologi abdomen, endoskopi dan bedah.

Peringatan: 

lihat keterangan pada pencahar stimulan, inflammatory bowel disease akut (hindari bila fulminan), wanita menyusui (lihat Lampiran 5)

Kontraindikasi: 

lihat keterangan pada pencahar stimulan, dehidrasi berat.

Efek Samping: 

lihat keterangan pada pencahar stimulan

Dosis: 

dewasa, 5-15 mg malam hari; anak-anak 2-5 tahun 2,5 mg, 5-10 tahun 2,5-5 mg