1.5.5 Lain-Lain

Di Indonesia juga beredar otilonium bromida untuk penanganan irritable bowel syndrome. Otilonium bromida merupakan prototip dari kelas garam kuartener 2-aminoetil-N-benzoilamino-benzoat. Kombinasi sifat antimuskarinik dan penghambat calcium-channel merupakan mekanisme kerjanya yang utama.

Monografi: 

OTILONIUM BROMIDA

Indikasi: 

pengobatan irritable bowel syndrome dan pengobatan simptomatik pada nyeri dan gangguan gastrointestinal yang berhubungan dengan spasmus otot polos.

Peringatan: 

pemberian hendaknya hati-hati pada pasien glaukoma, hiperplasia prostat jinak, stenosis pilorik. Walaupun pada hewan dilaporkan tidak menimbulkan efek embriotoksik, teratogenik atau mutagenik, pada masa hamil dan menyusui pemberian hanya jika diperlukan dan di bawah pengawasan dokter.

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas terhadap otilonium bromida dan zat tambahan lainnya

Efek Samping: 

pada dosis terapetik, tidak ada efek samping serius yang dilaporkan dan efek samping yang terjadi antara lain mual, kelelahan, nyeri epigastrium, dan vertigo. Tidak menyebabkan efek samping yang mirip efek atropin.

Dosis: 

1 tablet, 2-3 kali sehari, sesuai petunjuk dokter.