1.4.3 Antimotilitas

Obat-obat antimotilitas memiliki peranan dalam penanganan diare akut tanpa komplikasi pada pasien dewasa tapi tidak pada anak-anak di bawah 12 tahun, lihat juga bagian 1.4.1. Pada kasus yang berat, penggantian cairan dan elektrolit mutlak diperlukan. Keterangan mengenai peranan antimotilitas pada diare kronis, lihat bagian 1.5.

Monografi: 

CO-FENOTROP (CAMPURAN DIDIFENOKSILAT HIDROKLORIDA DAN ATROPIN SULFAT 100:1)

Indikasi: 

sebagai tambahan terhadap terapi rehidrasi pada diare akut (lihat keterangan di atas)

Peringatan: 

lihat keterangan Kodein fosfat. Anak-anak khususnya rentan terhadap overdosis dan gejala-gejala yang terjadi mungkin tertunda. Oleh sebab itu diperlukan pengamatan paling tidak selama 48 jam setelah penggunaan. Dosis subklinis atropin dapat menimbulkan efek samping atropin pada individu yang rentan atau pada overdosis.

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (Analgesik opioid)

Kontraindikasi: 

lihat kodein fosfat; jaundice.

Efek Samping: 

lihat kodein fosfat.

Dosis: 

diawali dengan 4 tablet, dilanjutkan dengan 2 tablet setiap 6 jam hingga diare terkendali. Anak di bawah 4 tahun tidak dianjurkan; 4-8 tahun 1 tablet 3 kali sehari; 9-12 tahun 1 tablet 4 kali sehari; 13-16 tahun 2 tablet 3 kali sehari.

KODEIN FOSFAT

Indikasi: 

lihat keterangan di atas; penekan batuk (3.9); nyeri (4.7.2)

Peringatan: 

lihat 4.7.2. Tidak dianjurkan untuk anak di bawah 12 tahun; toleransi dan ketergantungan dapat terjadi pada penggunaan jangka panjang;

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (analgesik opioid)

Kontraindikasi: 

lihat 4.7.2; juga pada kondisi di mana hambatan peristaltik harus dihindari, pada saat kejang perut, atau kondisi diare akut seperti kolitis ulseratif akut atau kolitis akibat antibiotik.

Efek Samping: 

lihat 4.7.2.

Dosis: 

Diare akut, 30 mg, 3-4 kali sehari (antara 15-60 mg). Anak. 12-18 tahun: 30 mg (antara 15-60 mg) 3-4 kali sehari.

LOPERAMID HIDROKLORIDA

Indikasi: 

pengobatan simptomatik diare akut sebagai tambahan terapi rehidrasi pada dewasa dengan diare akut dan anak-anak lebih 4 tahun (lihat keterangan di atas); diare kronik hanya pada dewasa

Peringatan: 

lihat keterangan di atas; penyakit hati; kehamilan (Lampiran 4)

Interaksi: 

Lampiran 1 (loperamid)

Kontraindikasi: 

kondisi di mana penghambatan peristaltik harus dihindari, terjadi kejang perut, atau pada kondisi seperti kolitis ulseratif akut atau kolitis karena antibiotik.

Efek Samping: 

kram abdomen, pusing, mengantuk dan reaksi kulit termasuk urtikaria; ileus paralitik dan perut kembung

Dosis: 

diare akut, dosis awal 4 mg diikuti dengan 2 mg setiap setelah buang air besar hingg maksimal 5 hari; dosis lazim 6-8 mg sehari; Dosis tidak melebihi dari 16 mg sehari. ANAK di bawah 4 tahun, tidak dianjurkan, 4-8 tahun 1 mg 3-4 kali sehari hingga maksimal 3 hari, 9-12 tahun 2 mg 4 kali sehari hingga maksimal 5 hari. Diare kronik pada dewasa, dosis awal 4-8 mg, diikuti 2 mg setiap buang air besar. Dosis tidak melebihi dari 16 mg sehari. Pemberian harus dihentikan bila tidak ada perbaikan selama 48 jam.

MORFIN

Indikasi: 

untuk meredakan dan menghilangkan nyeri hebat yang tidak dapat diobati dengan analgetik non narkotik yaitu nyeri akibat trombosis koroner, neoplasma, kolik renal atau kolik empedu, oklusi akut pembuluh darah perifer, pulmoner atau koroner, perikarditis akut, pleuritis dan pneumotoraks spontan, trauma misal luka bakar, fraktur dan nyeri pasca bedah.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas dan lihat Kodein fosfat.

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas dan lihat Kodein fosfat

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas dan lihat kodein fosfat; sedasi dan risiko ketergantungan lebih besar.

Dosis: 

dewasa: 60 mg setiap 8 jam atau 5-30 mg setiap 4 jam, sesuai kebutuhan. Hendaknya digunakan dosis individual tergantung tingkat keparahan nyeri sesuai petunjuk dokter.