1.4.1 Larutan Rehidrasi Oral

Lini pertama pengobatan diare akut, seperti pada gastroenteritis, ialah mencegah atau mengatasi kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan, terutama pada bayi dan lansia. Uraian lebih rinci tentang sediaan rehidrasi oral lihat bab 9.2.1. Dehidrasi adalah suatu keadaan di mana tubuh kekurangan cairan yang dapat berakibat kematian terutama pada anak/bayi bila tidak segera diatasi. Penilaian derajat dehidrasi pasien diare dapat dilihat pada Tabel 1.4. Pasien dengan dehidrasi berat (terapi C) perlu segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penggantian cairan dan elektrolit. Larutan rehidrasi oral tidak menghentikan diare tetapi mengganti cairan tubuh yang hilang bersama feses. Dengan menggantikan cairan tubuh tersebut, dehidrasi dapat dihindarkan. Larutan rehidrasi oral tersedia dalam bentuk serbuk untuk dilarutkan dan dalam bentuk larutan yang diminum perlahan-lahan. Larutan rehidrasi oral menurut panduan WHO dan UNICEF yang dikeluarkan pada Desember 2006, mengandung kadar natrium dan glukosa yang lebih rendah daripada formula sebelumnya (osmolaritas rendah, 245 mOsm/l dibanding dengan formula sebelumnya yang memiliki osmolaritas 311 mOsm/l). Dengan kadar Na dan glukosa yang lebih rendah, larutan rehidrasi oral formula baru dapat mempercepat absorpsi cairan, mengurangi kebutuhan terapi cairan intravena, dan mempermudah perawatan kasus diare akut non-kolera pada anak karena tidak memerlukan perawatan rumah sakit. Menurut WHO dan UNICEF, pemberian larutan rehidrasi oral harus dikombinasi dengan pemberian nutrisi yang tepat. Pemberian suplemen seng (20 mg seng per hari selama 10-14 hari) dan tetap melanjutkan pemberian ASI selama episode akut diare akan melindungi anak terhadap dehidrasi dan mengurangi konsumsi kalori dan protein sehingga memberikan efek yang sangat besar dalam mengurangi diare dan malnutrisi pada anak.

Tabel 1.3 Formula Larutan rehidrasi oral menurut panduan WHO dan UNICEF, Desember 2006

Komposisi dalam Gram/liter
% Komposisi dalam mmol/liter
Natrium klorida 2,6 12,683 Natrium 75
Glukosa, anhidrat 13,5 65,854 Klorida 65
Kalium klorida 1,5 7,317 Glukosa, anhidrat 75
Trisodium sitrat, anhidrat 2,9 14,146 Kalium 20
Sitrat 10
Total 20,5 100,00 Total osmolaritas 245


Tabel 1.4 Penilaian derajat dehidrasi penderita diare

Penilaian Tanpa dehidrasi    Dehidrasi ringan/sedang    Dehidrasi berat

Keadaan umum

Mata

Air mata

Mulut, lidah

Rasa haus

Kekenyalan kulit   

Terapi

Baik

Normal

Ada

Basah

Minum biasa

Normal

Rencana A

Gelisah, rewel

Cekung

Tidak ada

Kering

Sangat haus

Kembali lambat

Rencana B

Lesu, tak sadar

Sangat cekung

Tidak ada

Sangat kering

Malas/tidak bisa minum

Kembali sangat lambat

Rancana C


Tabel 1.5 Takaran pemakaian larutan rehidrasi oral pada diare

Umur

< 1 tahun

1-4 tahun

5-12 tahun

Dewasa

Tidak ada dehidrasi Setiap kali BAB beri larutan rehidrasi oral
Terapi A:
Mencegah dehidrasi

100 mL 200 mL 300 mL 400mL
(0,5 gelas) (1 gelas) (1,5 gelas)

(2 gelas)

 

Dengan dehidrasi

 3 jam pertama beri larutan rehidrasi oral

Terapi B:
Mengatasi dehidrasi

 

300 mL 600 mL 1,2 Liter 2,4 Liter
(1,5 gelas) (3 gelas) (6 gelas) (12 gelas)
Selanjutnya setiap BAB beri larutan dehidrasi oral   

Mengatasi dehidrasi

 

100 mL 200 mL 300 mL 400 mL
(0,5 gelas) (1 gelas) (1,5 gelas) (2 gelas)

BAB = Buang air besar.