1.4 Diare Akut

1.4.1 Larutan rehidrasi oral
1.4.2 Adsorben dan obat pembentuk massa
1.4.3 Antimotilitas
1.4.4 Lain-lain

Prioritas penanganan diare akut, termasuk gastroenteritis, adalah pencegahan atau penggantian cairan dan elektrolit yang hilang. Hal ini penting khususnya pada bayi dan pada pasien yang lemah dan lansia. Untuk lebih rinci mengenai sediaan rehidrasi, lihat bagian 9.2.1. Kehilangan cairan dan elektrolit yang berat memerlukan perawatan segera di rumah sakit dan penggantian cairan dan elektrolit dengan segera.

Obat antimotilitas (1.4.3) meringankan gejala diare akut. Obat-obat ini digunakan dalam penanganan diare akut tanpa komplikasi pada orang dewasa, penggantian cairan dan elektrolit mungkin diperlukan pada kasus dehidrasi, namun obat antimotilitas tidak dianjurkan digunakan untuk diare akut pada anak di bawah 12 tahun.

Antispasmodik (bagian 1.2) kadang-kadang berguna dalam mengatasi kejang perut yang menyertai diare tetapi tidak boleh digunakan sebagai pengobatan utama. Antispasmodik dan anti muntah sebaiknya dihindarkan pada anak dengan gastroenteritis karena selain tidak efektif juga tidak jarang menimbulkan efek samping.

Antibakteri umumnya tidak diperlukan pada gastroenteritis ringan karena keluhan biasanya teratasi segera tanpa penggunaan obat tersebut. Infeksi bakteri sistemik memerlukan pengobatan sistemik yang sesuai, untuk obat-obat yang digunakan pada infeksi enteritis campylobacter, shigellosis,dan salmonellosis, lihat bagian 5.1 tabel 5.1. Siprofloksasin kadang digunakan untuk profilaksis terhadap travellers diarrhea, tapi penggunaan rutin tidak dianjurkan. Sedian Lactobacillus tidak efektif.

Kolestiramin dan campuran aluminium hidroksida, mengikat garam empedu yang tidak diabsorbsi dan meringankan gejala diare pada gangguan atau reseksi ileum.