1.3.3 Analog Prostaglandin

Misoprostol, suatu analog prostaglandin sintetik, memiliki sifat antisekresi dan proteksi, mempercepat penyembuhan tukak lambung dan duodenum. Senyawa ini dapat mencegah terjadinya tukak karena AINS. Penggunaannya paling cocok bagi pasien yang lemah atau sangat lansia di mana penggunaan AINS tidak mungkin dihentikan.

Monografi: 

MISOPROSTOL

Indikasi: 

tukak lambung dan tukak duodenum, tukak karena AINS terutama pada pasien yang memiliki risiko tinggi mendapat komplikasi tukak lambung, seperti lansia dan penyakit yang melemahkan (debilitating). Diberikan selama terapi AINS. Namun, misoprostol tidak dapat mencegah tukak duodenum pada pasien yang minum AINS.

Peringatan: 

keadaan dimana hipotensi dapat mencetuskan komplikasi yang berat (misal penyakit serebrovaskuler, penyakit kardiovaskuler)

Kontraindikasi: 

kehamilan atau merencanakan hamil (meningkatkan tonus uterin) (lampiran 4),

Penting: wanita usia subur. Lihat juga keterangan di bawah, dan wanita yang sedang menyusui (Lampiran 5). Wanita usia subur. Misoprostol tidak boleh diberikan pada wanita usia subur, kecuali bila pasien memerlukan terapi AINS dan berisiko tinggi terhadap terjadinya komplikasi tukak karena AINS. Pada pasien seperti ini, misoprostol hanya digunakan bila pasien menggunakan kontrasepsi yang efektif dan telah diberitahu risiko penggunaan misoprostol pada kehamilan.

Efek Samping: 

diare (kadang-kadang dapat parah dan obat perlu dihentikan, dikurangi dengan memberikan dosis tunggal tidak melebihi 200 mikrogram dan dengan menghindari antasida yang mengandung magnesium); juga dilaporkan nyeri abdomen, dispepsia, kembung, mual dan muntah, perdarahan vagina yang abnormal (termasuk perdarahaan intermenstrual, menorhagia, dan perdarahaan pascamenopouse), ruam, pusing.

Dosis: 

tukak lambung dan duodenum serta tukak karena AINS, 800 mcg sehari (dalam 2-4 dosis terbagi) dengan sarapan pagi dan sebelum tidur malam; pengobatan harus dilanjutkan selama tidak kurang dari 4 minggu dan bila perlu dapat dilanjutkan sampai 8 minggu. Profilaksis tukak lambung karena AINS dan tukak duodenum, 200 mcg 2-4 kali sehari bersama AINS. Anak tidak dianjurkan.

REBAMIPID

Indikasi: 

Tukak lambung dalam kombinasi dengan faktor inhibitor ofensif (penghambat pompa proton, antikolinergik dan antagonis H2), gastritis.

Peringatan: 

Lansia, kehamilan, menyusui, anak.

Kontraindikasi: 

Hipersensitivitas.

Efek Samping: 

Sangat jarang: leukopenia, granulositopenia, gangguan fungsi hati, peningkatan AST (SGOT), ALT (SGPT), γ-GTP dan alkalin fosfatase, ruam, pruritus, eksem, konstipasi, rasa tidak nyaman pada abdomen, diare, mual, muntah, mulas, nyeri ulu hati, nyeri abdomen, sendawa, gangguan pengecapan, gangguan menstruasi, peningkatan BUN, udem, merasa benda asing pada faring. Frekuensi tidak diketahui: syok, reaksi anafilaksis, trombositopenia, ikterus, urtikaria, kebas, pusing, mengantuk, mulut kering, pembengkakan dan nyeri payudara, ginekomastia, induksi laktasi, palpitasi, demam, muka memerah, lidah kebas, batuk, kesulitan bernapas, alopesia.

Dosis: 

Oral: Tukak lambung. Kombinasi dengan faktor inhibitor ofensif. Dewasa, 100 mg 3 kali sehari. Gastritis. Dewasa, 100 mg 3 kali sehari.