1.2.2 Antispasmodik Lain

Beberapa senyawa seperti alverin, mebeverin dan minyak pepermin dipercaya merupakan relaksan yang bekerja langsung pada otot polos usus dan mungkin dapat meringankan nyeri pada IBS dan penyakit divertikular. Senyawa-senyawa tersebut tidak mempunyai efek samping serius, namun sebagaimana antispasmodik lainnya penggunaan obat ini sebaiknya dihindari pada ileus paralitik.

Monografi: 

ALVERIN SITRAT

Indikasi: 

pengobatan tambahan pada gangguan saluran cerna yang ditandai oleh spasmus otot polos; dismenore

Peringatan: 

kehamilan (lihat lampiran 4); menyusui (lihat Lampiran 5)

Interaksi: 

Kontraindikasi: 

ileus paralitik; jika dikombinasi dengan sterculia, obstruksi usus, faecal impaction, atoni kolon

Efek Samping: 

mual, sakit kepala, pruritus, ruam kulit dan mengantuk pernah dilaporkan

Dosis: 

60-120 mg 1-3 kali sehari: Anak berusia di bawah 12 tahun tidak direkomendasikan

Catatan: 

KLORDIAZEPOKSID + KLIDINIUM BROMIDA

Indikasi: 

Terapi tambahan pada pengobatan tukak lambung dan irritable bowel syndrome.

Peringatan: 

Hipertrofi prostat, miastenia gravis, mengemudi, pemberian jangka panjang membutuhkan tes uji darah, ginjal dan hati, ketergantungan, kehamilan, dan menyusui.

Interaksi: 

Antikolinergik meningkatkan aktivitas klidinium bromida, alkohol.

Kontraindikasi: 

Hipersensitivitas, glaukoma, riwayat refluks esofagitis.

Efek Samping: 

Mulut kering, konstipasi, gangguan berkemih, sedikit mengantuk, erupsi kulit, edema, menstruasi tidak teratur, mual, gejala ekstra piramidal, peningkatan dan penurunan libido, agranulositosis, granulositopenia, leukopenia, reaksi alergi.

Dosis: 

Dewasa, 1-2 tablet 1-4 kali sehari, diminum 30-60 menit sebelum makan. Lansia, dosis awal tidak lebih dari 1 tablet 2 kali sehari.

MEBEVERIN HIDROKLORIDA

Indikasi: 

terapi tambahan pada gangguan saluran cerna yang ditandai oleh spasme otot polos.

Peringatan: 

kehamilan (Lampiran 4); hindarkan pada porfiria.

Kontraindikasi: 

ileus paralitik.

Efek Samping: 

jarang terjadi, reaksi alergi (termasuk ruam, urtikaria, angioedema).

Dosis: 

Dewasa dan anak di atas 10 tahun, 135 - 150 mg 3 kali sehari, sebaiknya 20 menit sebelum makan.

PEPPERMINT OIL

Indikasi: 

mengatasi rasa sakit dan kembung pada abdomen, terutama pada Irritable Bowel Syndrome (IBS).

Peringatan: 

sangat sensitif dengan menthol.

Efek Samping: 

rasa terbakar (heart burn), iritasi perianal; reaksi alergi (termasuk ruam kulit, sakit kepala, bradikardi, tremor otot, ataksia) Iritasi setempat (lokal) kapsul sebaiknya tidak dipatahkan atau dikunyah karena peppermint oil dapat mengiritasi mulut atau esofagus.