Obat Jerawat

Jerawat adalah gangguan pada kulit yang terjadi karena penyumbatan saluran kelenjar sebasea (kelenjar penghasil minyak). Walaupun bukan merupakan gangguan yang serius, tetapi jerawat dapat menimbulkan bekas parut yang mengganggu. Hal ini dapat menyebabkan gangguan psikis dan berpotensi memicu beberapa masalah seperti rasa rendah diri, takut untuk bersosialisasi dan depresi.

Jerawat paling sering terjadi pada remaja, namun dapat juga terjadi pada semua usia. Walaupun penyebab gangguan jerawat belum diketahui dengan pasti, namun timbulnya jerawat seringkali dihubungkan dengan perubahan hormonal yang merangsang kelenjar sebasea di kulit sehingga menghasilkan minyak lebih banyak dan terjadi penyumbatan. Perubahan hormonal biasa terjadi pada masa pubertas, kondisi menstruasi, kehamilan, pemakaian pil KB atau stres.

Berdasarkan tingkat keparahan,  jerawat dibagi menjadi jerawat  komedo, jerawat papula, jerawat pustula dan jerawat pustulosistik. Jerawat komedo terbagi menjadi dua yaitu komedo terbuka dan komedo tertutup. Komedo terbuka biasanya muncul pada folikel rambut yang ditandai dengan bintik hitam yang disebabkan oksidasi melanin, dan mengandung lemak. Komedo tertutup biasanya muncul pada folikel rambut, bercampur dengan lemak, keratin dan bakteri.

Komedo Terbuka Komedo Tertutup

Jerawat papula ditandai dengan 10-25 tonjolan kecil pada kulit, menimbulkan bekas kecil. Jerawat pustula ditandai dengan lebih dari 25 tonjolan dengan kumpulan nanah di bawah lapisan kulit terluar, menimbulkan bekas yang agak dalam. Jerawat pustulosistik ditandai dengan peradangan seperti bisul dan menimbulkan bekas yang dalam, besar lesi yang timbul lebih dari 5 mm.

Jerawat Papula Jerawat Pustula Jerawat Pustulosistik

 

Penanggulangan jerawat tergantung pada tingkat keparahannya. Untuk jerawat komedo dan tidak terjadi peradangan dapat menggunakan kosmetik dan obat yang dijual bebas sebagai langkah awal penanggulangannya. Sedangkan untuk jerawat yang meradang dan tidak membaik setelah diobati dengan obat yang dijual bebas dapat berkonsultasi dengan dokter. 

Produk kosmetik yang sering dijumpai untuk mengatasi jerawat diantaranya produk pembersih wajah. Produk pembersih wajah dan obat jerawat tersedia dalam berbagai bentuk sedíaan yang berbeda. Kosmetik dan obat yang dijual bebas yang ditujukan untuk mengobati jerawat biasanya tersedia dalam bentuk cairan, gel, lotion atau krim. Secara umum bentuk sediaan yang paling efektif adalah dalam bentuk gel karena dapat melekat pada kulit dalam waktu lama. Produk berbentuk cair dan gel biasanya membuat kulit menjadi kering sehingga cocok digunakan untuk kulit berminyak, sedangkan untuk kulit kering disarankan menggunakan bentuk sediaan yang berbentuk krim atau losion karena kedua bentuk sediaan ini kurang menyebabkan iritasi dibandingkan gel dan cairan.

Pengobatan secara topikal merupakan standar dalam penanggulangan jerawat. Beberapa zat berkhasiat yang terkandung dalam obat yang dijual bebas yang dapat digunakan untuk mengatasi jerawat adalah :

  • Benzoil peroksida
  • Asam salisilat
  • Sulfur
  • Kombinasi sulfur dan resorsinol

Benzoil Peroksida

Benzoil peroksida efektif untuk mengatasi jerawat ringan sampai sedang. Zat ini juga bersifat keratolitik (mengelupaskan lapisan tanduk kulit) karena dapat mengurangi sel kulit mati pada kulit. Selama menggunakan produk yang mengandung Benzoil Peroksida hindari kontak dengan pakaian dan rambut karena dapat menyebabkan pemutihan (bleaching) dan hindari paparan sinar matahari langsung, disarankan menggunakan tabir surya. Pengunaan Benzoil Peroksida pada wanita hamil harus dengan kehati-hatian.

Beberapa efek yang tidak diinginkan dapat muncul setelah penggunaan Benzoil Peroksida diantaranya adalah dapat menyebabkan kulit kemerahan pada awal penggunaan namun akan menghilang setelah penggunaan 1–2 minggu, selain itu dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa orang tertentu. Apabila terjadi reaksi alergi berupa kemerahan pada kulit saat produk dioleskan maka hentikan penggunaan dan segera konsultasikan ke dokter.

Asam Salisilat

Asam salisilat adalah juga bersifat keratolitik yang sering digunakan pada obat jerawat dengan konsentrasi 0,5% sampai 2%.

Sulfur

Obat jerawat dengan kandungan sulfur 3% sampai 10%, bersifat sebagai keratolitik dan antibakteri sehingga efektif untuk mengatasi komedo. Obat dioleskan pada kulit yang berjerawat 1 - 3 kali sehari sehingga membentuk lapisan tipis. Lapisan tipis ini berwarna kuning dan biasanya membuat pasien kurang nyaman karena baunya.  

Kombinasi Sulfur Dan Resorsinol

Kombinasi sulfur 3-8% dan resorsinol 2-3% sering digunakan pada obat jerawat. Produk ini digunakan sebagai keratolitik, dan mempercepat pertumbuhan sel baru.

Tips Mencegah Timbulnya Jerawat

  • Bersihkan kulit wajah dengan lembut minimal 2 kali sehari menggunakan pembersih khusus yang sesuai dengan jenis kulit dengan air hangat.
  • Penggunaan pembersih yang membuat kulit mengelupas dan kering dapat memperburuk kondisi jerawat. Pengobatan sendiri juga harus menjaga kelembapan kulit.
  • Hindari penyebab yang dapat menimbulkan jerawat
  • Hindari penggunaan kosmetik yang dapat menyumbat pori-pori (kosmetik berbasis minyak).
  • Jaga kebersihan rambut dan hindari model rambut yang menutupi wajah
  • Jangan memencet jerawat karena dapat memperparah jerawat atau menimbulkan perlukaan yang dapat meninggalkan parut.