OBAT GANGGUAN TELINGA RINGAN

Telinga merupakan organ penting, dunia akan terasa hambar bila kita tidak bisa mendengan bunyi-bunyian dengan baik. Disamping itu, telinga juga merupakan organ keseimbangan, sehingga bahkan dengan gangguan ringan pada telinga cukup membuat kita merasa pusing, tidak stabil dan tidak nyaman secara keseluruhan. Bagaimana mengatasi gangguan telinga ringan?

----------

Gangguan telinga tidak dapat dianggap kecil, karena dapat berakibat serius, karena dapat mempengaruhi pendengaran. Gangguan pendengaran didefinisikan sebagai berkurangnya kemampuan seseorang untuk membedakan suara. Menurut World Health Organization (WHO, 2010) gangguan pendengaran adalah hilangnya pendengaran disalah satu atau kedua telinga.

 

Anatomi Telinga

Telinga merupakan bagian dari panca indera yang berfungsi untuk pendengaran dan keseimbangan, terletak di kedua sisi kepala. Secara umum, telinga terdiri dari 3 bagian yaitu telinga luar, tengah dan dalam. Telinga luar atau pinna merupakan kartilago (tulang rawan)  yang dilapisi kulit. Telinga luar terdiri atas daun telinga, saluran telinga berupa corong, liang telinga luar, dan ismus. Fungsi telinga bagian luar adalah menangkap suara melalui daun telinga dan mengarahkan suara masuk ke dalam liang telinga kemudian diteruskan menuju gendang telinga (membran timpani). Telinga tengah terdiri dari gendang telinga (membran timpani) sampai tulang pendengaran. Gendang telinga berfungsi menangkap suara atau getaran kemudian diteruskan atau disampaikan ke tulang pendengaran. Suara atau getaran yang telah sampai ke tulang pendengaran akan diteruskan ke rumah siput atau koklea di telinga bagian dalam. Telinga dalam terdiri dari tulang labirin / labirinosea, rumah siput(koklea) dan organ keseimbangan (organ vestibular). Rumah siput berfungsi menerima, memperbesar dan menyampaikan getaran atau suara ke saraf pendengaran. Di dalam organ vestibular terdapat saluran setengah lingkaran atau semisirkular yang berfungsi  mengatur keseimbangan tubuh yang dilengkapi dengan sel rambut yang berhubungkan dengan bagian keseimbangan dari saraf pendengaran.

 

 

Gambar. 1 Anatomi Telinga

 

Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran yang sering dijumpai adalah gangguan ringan seperti penumpukan serumen (kotoran) dan kemasukan benda asing. Gangguan karena penumpukan serumen (adalah suatu campuran yang dihasilkan oleh kelenjar di dalam saluran telinga), dapat terjadi karena produksi kotoran telinga yang berlebihan. Serumen sebenarnya berfungsi sebagai pelindung telinga dari debu, bakteri, kuman dan benda-benda kecil yang dapat merusak telinga. Biasanya serumen akan keluar sendiri dari dalam telinga. Akan tetapi, apabila produksinya berlebihan maka serumen akan mengeras sehingga menyumbat saluran telinga, dan menyebabkan pendengaran berkurang serta timbul tekanan pada saluran telinga. Gejala yang sering muncul karena penumpukan serumen diantaranya rasa nyeri, gatal, perasaan penuh atau adanya tekanan di dalam telinga, dan pendengaran berkurang.

Gangguan pendengaran juga dapat disebabkan karena kemasukkan benda asing. Hal ini biasanya terjadi pada anak-anak yang tidak sengaja memasukkan benda kecil ke dalam lubang telinga atau kemasukan serangga seperti semut atau lalat.

 

Pencegahan

Gangguan pendengaran akibat penumpukan serumen dapat dihindari dengan membersihkan telinga secara rutin. Meskipun serumen dapat keluar dengan sendirinya, namun membersihkan telinga secara rutin dapat mencegah penumpukan. Hal ini merupakan tindakan preventif yang lebih baik. Cara yang aman dan direkomendasikan untuk membersihkan adalah menggunakan kain yang dibasahi air, diperas, lalu dibalutkan pada jari, kemudian digunakan untuk membersihkan telinga bagian luar. Serumen dapat dikeluarkan dengan alat khusus seperti sendok serumen atau forsep aligator. Jika ada cairan dalam liang telinga, dapat digunakan penghisap ataupun aplikator logam yang diberi kapas pada ujungnya untuk membersihkannya. Akan tetapi, hal ini menjadi tidak efektif ketika serumen telah memadat.

 

Pengobatan

Obat yang dapat digunakan secara bebas (swamedikasi) untuk menangani gangguan pendengaran ringan baik yang disebabkan oleh pemadatan serumen maupun kemasukan benda asing diantaranya adalah obat yang mengandung bahan aktif hidrogen peroksida (H2O2 3%) atau natrium dokusat atau fenolgliserin. Obat-obat ini dapat dibeli di apotek dengan beberapa pilihan merek dagang.

Hidrogen peroksida (H2O2 3%) atau yang disebut juga cairan perhidrol, merupakan cairan hidrogen peroksida 3% yang dapat digunakan untuk melembutkan atau membantu mengeluarkan serumen telinga. Penggunaan larutan ini secara berlebihan dapat menimbulkan infeksi di telinga, karena kemungkinan ada cairan yang tertinggal di dalam saluran telinga yang dapat menjadi media pertumbuhan bakteri. Cara penggunaan cairan perhidrol adalah dengan mencampur larutan air hangat dan hidrogen peroksida 3% dengan perbandingan 1:1. Setelah itu, masukkan cotton budke dalam campuran larutan tersebut kemudian gunakan untuk membersihkan serumen. Selain itu dapat pula dilakukan dengan cara meneteskan terlebih dahulu campuran larutan air hangat dan cairan perhidrol ke dalam lubang telinga, tunggu beberapa saat, kemudian bersihkan dengan alat pembersih telinga yang ujungnya tidak tajam, seperti cotton bud. Cairan perhidrol disimpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat kering, terlindung cahaya dan suhu tidak lebih dari 150C.

Natrium dokusat merupakan salah satu bahan yang digunakan untuk melunakkan serumen telinga. Obat ini kadang-kadang dapat menyebabkan kemerahan pada permukaan kulit telinga.

Selain natrium dokusat, fenol gliserin juga dapat digunakan. Fenol gliserin berperan sebagai pelembab dan zat yang melunakkan. Sediaan ini aman dan tidak menimbulkan iritasi ketika digunakan pada  kulit yang terkelupas atau untuk melunakkan serumen di dalam telinga.

Cara penggunaan fenol gliserin ataupun natrium dokusat sama seperti penggunaan cairan perhidrol yaitu dengan mencampur larutan fenolgliserin ataupun natrium dokusat dengan air hangat lalu menggunakan cotton bud yang telah dimasukkan kedalam campuran larutan tersebut untuk membersihkan serumen di dalam saluran telinga.

 

Untuk penanggulangan kemasukan benda asing, apabila penyebabnya adalah serangga maka dapat dilakukan dengan meneteskan cairan perhidrol lalu dikeluarkan dengan hati-hati. Sedangkan untuk mengeluarkan benda asing selain serangga tidak bisa ditangani sendiri secara swamedikasi. Untuk itu, segera minta bantuan dokter atau unit pelayanan kesehatan agar dapat segera ditangani.

 

Pustaka

Available from : http://www.who.int/mediacentre/factsheets /fs300/en/ index.html